Aku Berusaha Memenangkan Hati Suamiku Kembali
Aku sendiri berusaha menyenangkan suami, memenuhi keinginannya agar ia kembali pada cintanya yang mula-mula. Kami berusaha untuk saling mengampuni, walau jujur berat bagiku untuk mengampuni segala kesalahannya. Bahkan sampai hari ini, saat aku menceritakan kisah ini, rasa sakit itu masih kurasakan begitu nyata. Perlahan aku meminta Tuhan memulihkan aku, memulihkan suami, dan memulihkan pernikahan kami.
Satu pesanku pada para istri yang mengalami kejadian serupa: bertahanlah dan tetaplah bersandar pada Tuhan! Tuhan tidak akan memberikan masalah melebihi kekuatan kita. Aku yakin, Ia pasti memiliki rencana indah di balik ini semua.
Pesanku bagi para suami, di balik tutur kata manis istrimu, di balik senyumnya, ada hati yang rapuh dan mudah tersakiti. Baginya keluarga adalah segala-galanya; dan keluargalah yang mampu meremukkan dia. Sekali saja hati itu dilukai, luka itu akan tersimpan dalam. Di balik diamnya wanita, ia melakukan semua demi keutuhan rumah tangga, agar anak-anak tetap merasakan indahnya keluarga yang utuh. Percayalah, istri akan mengorbankan diri dan hatinya demi orang yang ia cintai dengan tulus. Hal itu tidak berarti kau bebas menyakiti dia. Ketika istrimu mengampuni, bukan berarti lukanya telah sembuh; ia hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang ia cintai.
Semoga kisahku bisa menjadi pelajaran kehidupan bagi kita semua; bagi pasangan-pasangan yang akan menikah, yang baru menikah, atau yang telah lama menikah. Ingatlah untuk selalu menjaga kekudusan pernikahan kalian; sekali saja terjatuh, akan sukar untuk memulihkannya.
*TanpaNama adalah tempat berbagi kisah dan pengalaman kehidupan secara anonim. Segala akibat yang terkait publikasi tulisan menjadi tanggung jawab penulis. RibutRukun akan menjaga kerahasiaan identitas penulis. Sila mengirim kisah melalui email di : ributrukun.net@gmail.com






