3. Kurangnya Aktivitas Luar Ruangan, dan Sosialisasi dengan Teman-Teman
Setelah mengalami depresi akibat rumah berubah fungsinya dan makin terlihatnya keburukan pasangan, kini pasangan suami istri berjuang dengan keterbatasan mereka melimpahkan segala emosi dan curahan hati mereka.
Suami yang biasanya masih bisa melepas penat dengan melakukan hobi mereka, kini tak bisa lagi ketika hobi mereka tak bisa dilakukan di dalam rumah. Suami akhirnya terpaksa memendam sendiri perasaannya, tetapi meledak hebat begitu istri mulai mengorek-ngorek dirinya.
Demikian juga para istri yang tadinya bisa curhat sambil ngopi syantik bersama teman-teman seperjuangannya, kini hanya bisa curhat via WA. Itu pun akhirnya hanya membuatnya makin gelisah karena seluruh temannya malah ikut menceritakan segala masalah dan keburukan suaminya.
Apa yang terjadi berikutnya? Anda sudah bisa menebak bukan?
Pasangan suami istri yang tadinya tampak baik-baik saja selama ini kini saling membenci dan tak berhenti beradu mulut selama masa #dirumahaja.
Baca Juga:
Mencoba Memahami Meningkatnya Angka Perceraian di Wuhan Pasca Badai COVID-19
Dalam Badai Covid-19, 3 Relasimu Ini Mengalami Ujian. Siap?
Menjelaskan Covid-19 ke Anak-Anak. Inilah Cara yang Efektif dari Pengalaman Saya






