Kisah di atas mungkin terasa berat sebelah, karena hanya membahas kelemahan karakter sang suami.  Ya, saya menceritakan dari sisi sang istri sesuai tutur kisahnya. Dalam keyakinan saya pribadi, pastinya dalam keruwetan masa pensiun singkat itu, ada kelemahan karakter istri yang juga makin jelas di mata suaminya. 

Namun, belajar dari kisah di atas, kita bisa meiihat bahwa ketidakcocokan yang mereka temukan dalam rumah tangga, bisa diselesaikan dengan komitmen dan niat baik untuk mencari solusi.  

Memang antara pria dan wanita, ortu dan anak-anak, tidak akan pernah menemukan kecocokan sepenuhnya, tetapi mereka harus cocok dalam mencari solusi.

Meningkatnya Perceraian di Wuhan

Terkait dengan isu angka perceraian di Wuhan yang semakin tinggi setelah masyarakatnya terpaksa harus mengisolasi diri di rumah masing-masing, beberapa teman di grup penulis bertanya, di mana logikanya? Mengapa bisa begitu?  Bukankah masalah lebih banyak dihadapi dengan anak-anak dibandingkan dengan pasangan?  

Apa yang tampil di media sosial tentang keributan dengan anak memang lebih banyak. Pada umumnya, masyarakat kita lebih tabu dalam menceritakan kekacauan relasi dengan pasangan dibandingkan dengan chaos yang terjadi dalam pengasuhan anak.

Kita yang “terpaksa” berada di rumah bersama-sama di tengah Pendemi, tanpa kerjaan, atau sebaliknya dengan kerjaan yang menumpuk dan multiple karena tugas kantor dibawa ke rumah, tentu memahaminya. Kita tahu benar pergesekan relasi dengan pasangan pasti muncul dalam kebersamaan tersebut, bersamaan dengan ketegangan dalam pengasuhan anak.

Kegagalan untuk meneruskan rumah tangga terjadi saat kedua belah pihak dengan cepat angkat tangan dalam kefrustrasian, dan memilih untuk mengakhiri komitmen hanya karena merasa “ternyata kami tidak cocok”.

Bagaimana, bisakah kisah di atas menjadi bayangan untuk memahami apa yang terjadi dengan perceraian di Wuhan?

Baca Juga:

Dalam Badai Covid-19, 3 Relasimu Ini Mengalami Ujian. Siap?

Di Tengah Gelombang Ketakutan Akibat Covid-19, Satu Pertanyaan Penting Ini Muncul ke Permukaan.

Ketika Mengalami Breakdown Akibat Covid-19, Inilah Cara Saya untuk Bangkit Kembali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here