3. Saring Informasi yang Perlu dan Tidak Perlu Anda Beri
Anak kecil cenderung senang bertanya, “Kok bisa ada virus? Virus berasal dari mana?”
Anda tak perlu menjelaskan bagaimana sejarah virus ini muncul di sebuah pasar di Wuhan dan bagaimana orang-orang jatuh sakit diduga setelah mengonsumsi hewan-hewan ilegal dengan tidak tepat. Anda tak perlu menjelaskan hal-hal yang masih perlu dicek lagi kebenaran faktanya.
Cukup jelaskan, bahwa virus bisa berada di mana saja. Di udara, dari batuk, bersin, air liur orang yang sudah terkena penyakitnya, atau di benda-benda mati yang tak sengaja disentuh oleh orang yang sakit. Kemudian kita ajarkan mereka pentingnya mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta mencegah menyentuh mata hidung dan mulut dengan tangan yang kotor.
4. Jangan Menakut-nakuti Mereka
Anak-anak cepat menangkap kepanikan orangtua mereka. Mereka bisa merasa cemas dan takut ketika melihat kita sendiri panik menghadapi situasi ini. Usahakan jangan menunjukkan kepanikan Anda di hadapan mereka dan sebisa mungkin jangan menakut-nakuti mereka.
Sebaliknya, yakinkan mereka bahwa Anda semaksimal mungkin akan melindungi mereka dari virus dan penyakit ini. Kalaupun sampai mereka jatuh sakit, yakinkan bahwa dokter dan perawat akan merawat dan mengobati mereka sampai sehat kembali.
Kita bisa mengajar mereka untuk hidup sehat tanpa perlu menakut-nakuti mereka. Alih-alih berkata: cuci tanganmu supaya tidak sakit, kita bisa berkata: yuk, cuci tangan supaya virus tidak berani mendekat.
Saya yakin, anak-anak Anda dapat menerima penjelasan Anda dengan baik ketika Anda menjelaskannya dengan baik pula. Karena anak-anak adalah mahluk kecil yang cerdas! Jangan lupa siapkan banyak kegiatan untuk mereka di rumah ya agar tidak bosan. Mari berjuang bersama! This too shall past… soon…
Baca Juga:
Jangan Salah Paham! Ini Artinya Social Distancing dan Cara Melakukannya dengan Benar
Corona: Selain Epidemi Virus Merebak Pula Dua Epidemi Berbahaya Ini






