1. Salah menempatkan orientasi kebahagiaan
Ada 3 kelompok orientasi kebahagiaan yang keliru: materi, popularitas, dan cinta seksual.
Mari kita lihat satu persatu.
Materi
Banyak orang berpikir bahwa memiliki materi yang berlimpah akan membuat hidup menjadi bahagia. Oleh karena itu, banyak orang mengejar harta berkelimpahan. Bekerja tanpa mengenal waktu, menghalalkan segala cara, menangkap berbagai peluang dengan baik. Semua itu demi tujuan mendapatkan materi atau uang.
Pertanyaannya, benarkah uang menjamin kebahagiaan?
Warren Buffet, salah satu orang kaya terkaya di dunia. Orang yang mungkin tidak pernah menanyakan harga jika ingin membeli sesuatu, pernah mengatakan sebuah kalimat,
“Jika saat ini Anda memiliki 100.000 dollar dan merasa tidak bahagia karena Anda berpikir punya 1 juta dollar AS akan membuat bahagia, Anda tetap tidak akan bahagia.”
Maksud Buffet sederhana:
Materi tidak pernah mengenal kata cukup.
Itu berarti memiliki materi berlimpah tidak akan pernah menjamin akan mendatangkan kebahagiaan dalam hidup seseorang.
Jika hari ini Anda memiliki uang 100 ribu rupiah dan Anda tidak merasa bahagia karena Anda akan berpikir akan lebih baik jika memiliki 1 juta rupiah, maka setelah memiliki 1 juta rupiah, Anda akan terus berpikir lebih baik jika memiliki lebih dari 1 juta rupiah.
Seperti itu akan terus berulang. Alias, Anda akan terus merasa kurang.
Popularitas/pengakuan orang lain
Selain mengumpulkan materi, orang-orang juga suka mengumpulkan pujian atau jabatan. Mereka berpikir bahwa popularitas menjamin kebahagiaan. Maka itu anak-anak muda hari ini berlomba-lomba menjadi artis, viral, bahan pembicaraan banyak orang. Semakin terkenal akan semakin bahagia.
Pertanyaannya, benarkah popularitas menjamin kebahagiaan?
Anda perlu tahu bahwa selama kebahagiaan kita tergantung pada manusia, maka
kita akan terus merasa lelah dan kurang. Sebabnya, karena kita menggantungkan kebahagiaan pada sesuatu yang berubah-ubah, tidak pasti, labil.
Singkatnya, anda tidak akan menemukan kebahagiaan di sana.
Baca Juga: Dalam Hidup yang Aneh Ini, Kita Semua Mencari
Cinta seksual
Banyak orang berpikir bahwa cinta akan membawa kebahagiaan. Cintalah yang utama dalam hidup ini. Tanpa cinta, hidup tidak bermakna. Pemahaman ini membuat orang rela melakukan pengejaran akan cinta. Mereka rela melakukan apa saja, asalkan mendapatkan cinta.
Memang benar, hidup tanpa cinta adalah sebuah derita. Namun, ada dua hal yang anda perlu pertimbangkan jika cinta yang menjadi orientasi kebahagiaan anda.
Pertama, tidak semua cinta itu cinta yang sejati. Sering kali orang keliru, mengidentikkan cinta dengan nafsu. Jika begitu, cinta malah kelihatan erotis, bernilai murahan, dan tentu tidak mendatangkan kebahagiaan.
Kedua, cinta tidak selamanya berarti bahagia. Cinta itu bagai mawar berduri. Terlihat cantik, tetapi ketika dipegang, tangan kita bisa terluka. Artinya, cinta juga berarti derita.
Baca Juga: Inilah 3 Pemahaman Populer tentang Cinta Sejati yang Justru Merusak Relasi






