2. Suka membanding-bandingkan
Hal kedua yang sering membuat hidup terasa selalu berkekurangan adalah kesukaan membanding-bandingkan diri dengan kehidupan orang lain. Penyakit ini biasa dijumpai pada pengguna media sosial. Tentu tidak semuanya.
Sadarkah kita, media sosial bisa membuat kita jadi ingin mencari tahu kehidupan setiap orang yang kita kenal (kepo) dan kemudian membanding-bandingkan diri kita dengan orang tersebut? Jangan lupa, media sosial kadang hanya menjadi ajang saling pamer. Tidak ada orang yang akan mem-posting kekurangan mereka, bukan?
Di media sosial, orang akan berusaha menunjukkan bahwa hidup mereka bahagia.
Semakin Anda suka membanding-bandingkan hidup Anda dengan orang lain, semakin besar kekurangan yang Anda rasakan dan ingin Anda tutupi.
Sekali lagi, ini adalah gejala umum saja. Tidak perlu diperdebatkan, hanya perlu kita renungkan bersama.
Baca Juga: Ternyata, Ini 8 Motivasi Tersembunyi di Setiap Postingan Media Sosial. Anda Termasuk yang Mana?
3. Tidak Memiliki “Lagom” – Rasa Cukup
Lola A. Akerstrom menulis sebuah buku menarik tentang semboyan hidup orang Swedia. Motto itu hanya terdiri dari satu kata, “Lagom”.
“Lagom” tidak memiliki sebuah arti yang pasti. Namun, banyak orang sepakat mengartikannya sebagai “cukup”.
Akerstrom menyebut Lagom sebagai rahasia hidup bahagia orang Swedia.
Satu-satunya yang dapat memberantas rasa kekurangan dalam diri adalah perasaan berkecukupan, Lagom.
“Lagom” diyakini terinsipirasi dari kehidupan nenek moyang orang Swedia, bangsa Viking. Setiap kali berhasil melakukan pemburuan atau memenangkan sebuah peperangan, mereka akan duduk berkumpul, menceritakan kemenangan mereka, dan kemudian menggilirkan sebuah cawan anggur.
Cawan itu memang lumayan besar, namun hanya diisi sekali. Dan, ketika digilirkan, semua orang harus ikut mencicipinya.
Dengan kata lain, tidak ada orang yang bisa bersikap egois meminum semuanya. Ia tahu, ada orang lain yang belum mencicipinya. Maka,
tidak ada pilihan lain selain mengatakan pada diri sendiri bahwa seteguk cukup buat saya.
Baca Juga: Tidak Miskin, tapi kok Rasanya Kurang, ya? 3 Hal Ini Dapat Membantu saat Kita Merasa Kekurangan
Lagom bisa menolong kita keluar dari rasa kekurangan.
Ketika kita bisa mengatakan “cukup,” rasanya mensyukuri hidup tidak akan lagi jadi perkara yang terlalu sulit.






