Tanpa bermaksud untuk mengurangi rasa hormat kepada mereka yang sedang berduka, saat ini saya ingin mengajak kita melihat kepada sebuah peristiwa yang juga lahir sebagai akibat dari tindakan seseorang.

Kecelakaan Tol Cipali yang terjadi pada hari Senin, 17 Juni 2019 lalu disebabkan oleh tindakan seorang penumpang yang menyerang sopir bus sebagai reaksi atas pembicaraan yang didengarnya. 

Akibat serangan itu, sang sopir kehilangan kendali sehingga bus menyeberang ke jalur lainnya dan menabrak mobil Innova, Xpander, dan truk yang sedang berjalan ke arah yang berlawanan.

Photo credit: Brigadir Andi Setiawan

Karena seseorang tidak bisa mengendalikan diri dan emosinya sendiri, 12 korban meninggal dunia dan 37 orang luka-luka.

Dan angka ini barulah angka awal.

Gulungan dampak ini akan menjadi semakin besar ketika seorang anak yang dinanti-nantikan ternyata tidak akan pernah pulang kembali, atau liburan bersama kemarin memutarbalikkan waktu terindah. Hingga jauh ke kemudian hari, ketika seorang cucu lahir tanpa pernah mengenal siapa kakeknya.

Hati saya hancur ketika menyadari bahwa

kita tidak akan pernah bisa melihat seberapa jauhnya kerusakan yang terjadi akibat sebuah kesalahan sesaat.

Kita mungkin akan berkata bahwa ini seakan tidak adil. Bagaimana orang-orang yang tidak bersalah dan tidak mengerti apa-apa harus menjadi korban dari sebuah tindakan bodoh.

Tindakan bodoh yang sering kali kita lakukan juga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here