2 – Ekonomi

Ya, selepas bercerai dari suami, seorang perempuan harus memikirkan bagaimana caranya menghidupi dirinya sendiri dan anak-anaknya jika sudah memiliki anak. Bagi perempuan yang sudah terbiasa menjadi ibu rumah tangga, maka perubahan ini akan memberikan dampak cukup besar.

Ia harus menggunakan kemampuannya atau pendidikannya untuk mendapatkan penghasilan sendiri. Ia harus bisa menghidupi dirinya sendiri dan juga anak-anaknya sekalipun hanya dalam kadar cukup. Yang penting ia tidak harus mengemis uang pada mantan suami.

3. Pria pengganti

Kita tidak perlu munafik, mana ada perempuan yang tidak ingin dicintai atau diperhatikan oleh pria–berapa pun usianya? Bahkan perempuan yang baru saja bercerai bisa jadi akan berfikir, apakah kelak ia bisa menemukan pria lain yang bisa mencintainya, memberikan perhatian, serta menerima statusnya sebagai janda dan menerima anak-anaknya. Bagaimana pun juga seorang perempuan memiliki kebutuhan untuk dicintai, dilindungi, dan senantiasa diperhatikan.

Namun jika kelak ia menemukan pria pengganti, ia pasti akan kembali memikirkan anaknya, bisakah anak-anaknya menerima pria itu sebagai pengganti ayahnya? Dan bagaimana pria itu kelak memerlakukan anaknya? Bagaimana jika kelak ia memiliki anak-anak lagi dari suami ‘baru’nya?

Perceraian tidak mudah, setidaknya, tidak semudah yang dipikirkan dan tidak seindah yang terlihat di permukaan. Apalagi bagi pihak perempuan, karena banyak perempuan yang justru merasa dirugikan.

Akan tetapi, jika Anda harus menjalaninya, jangan pernah berputus asa. Yakinlah bahwa masa depan Anda tidak ditentukan oleh orang lain, namun oleh Anda sendiri. Dan percayalah bahwa segalanya pasti akan lebih baik pada waktunya nanti.

Anda harus kuat, demi diri Anda sendiri dan juga demi anak-anak. Agar mereka bisa melihat bahwa ibu mereka adalah sosok yang kuat dan tegar, sehingga mereka bisa mencontoh hal-hal yang baik ini dari Anda.

Baca Juga:

Sempat Tercetus Kata ‘Cerai’, Begini Cara Inul Menyelamatkan Pernikahannya

3 Hal yang Mencegahmu Terlalu Cepat Mengatakan ‘Putus’ atau ‘Cerai”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here