Ia akan sibuk dengan memikirkan makan-minum keluarga dan hal-hal terkait keluarga pasangan yang selama ini tidak menjadi beban pikirannya. Ia akan mulai memikirkan pengaturan keuangan keluarga, membiayai kebutuhan setiap bulan yang membesar, membayar cicilan-cicilan barang dan mungkin mulai bersiap menabung untuk biaya pendidikan anak. Semua bukan lagi tentang dirinya sendiri, tapi kali ini menyangkut banyak orang.

Selamat tinggal masa lajang, selamat datang masa penuh kebisingan. Selamat tinggal waktu bersantai yang banyak, selamat datang masa penuh kesibukan.

Bagi seorang pria, ini bukanlah masalah utama. Terbalik dengan apa yang dipikirkan oleh pacar, saya berpikir hal yang berbeda dari itu. Kecemasan saya sebagai seorang laki-laki adalah

Sudah siapkah “perahu” saya untuk membawa keluarga berlayar dengan aman dan nyaman?

“Perahu” adalah istilah lama yang dipakai oleh orang tua dahulu. Bukan perahu dalam artian sesungguhnya. Perahu di sini menunjuk pada seberapa siap seseorang untuk membawa pasangannya dalam mengarungi kehidupan bersama. Ini menunjuk pada banyak hal, baik finansial, ekonomi, sandang-pangan-papan, dan sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here