Kedua, guru-guru dan para pekerja lain di sekolah sedang bekerja dan mereka berhak dibayar

Guru-guru juga tidak sedang berlibur. Mereka perlu digaji. Bahkan sebenarnya gaji mereka setiap bulan terbilang cukup dan kadang kekurangan. Lalu bagaimana nasib mereka kalau sama sekali tidak digaji?

Pada saat menuliskan hal ini, saya mendengar beberapa guru di sekolah tertentu sudah dirumahkan dan gajinya dipotong karena tuntutan orang tua murid yang meminta uang sekolah didiskon. Sebagai sesama guru, hati saya ikut hancur.

Kalau orang tua murid memiliki hak membuat petisi meminta sekolah mendiskon uang SPP. Tidak demikian dengan guru. Bahkan jika sekalipun nekat melakukannya, merekalah yang akan rugi. Pada hal mereka juga memiliki keluarga yang harus dilindungi secara finansial.

Janganlah kita terus menekan guru dengan slogan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.” Sudah bukan jamannya lagi seperti itu. Tanda jasa penting dan perlu agar mereka dapat tetap kuat menjalani panggilan hidup sebagai guru. Memangnya bisa beli beras tanpa uang? Seorang pahlawan tidak berarti mendapat beras secara gratis, bukan?

Selain itu, di samping kerja keras seorang guru, ada orang-orang yang terlibat dalam menjalankan sekolah. Mereka jarang terlihat namun tanpa mereka, bukan hanya para guru yang kerepotan. Orang tua dan bahkan anak-anak bisa kewalahan dan tak fokus belajar. Bisakah Anda menyebutkan peran mereka satu persatu? Jika menyebutkannya saja tak bisa, bagaimana mungkin bisa peduli pada kesejahteraan mereka?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here