2. Relasi Berpacaran

Banyak orang yang sedang berpacaran mengira bahwa ujian terbesar buat mereka adalah dorongan untuk “mengabaikan” himbauan pemerintah dari bertemu berduaan. Ketika jumlah kasus terus meningkat, tekanan masyarakat pun akan menjadi semakin tinggi. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu hari nanti, pergerakan kita akan benar-benar dibatasi hanya untuk hal-hal yang mendesak saja.

Tidak ada lagi kesempatan untuk keluar bareng. Saat itu, gaya pacaran secara virtual akan menggantikan kesempatan untuk bertemu dan berpegangan tangan (dan yang lainnya).

Akan tetapi, di tengah berbagai batasan dan “hambatan,” ada sebuah hal penting yang bisa kamu lakukan.

Daripada bersungut-sungut dan menyalahkan keadaan, Anda bisa menggunakan kesempatan ini untuk mengukur seberapa kuat akar relasi yang sedang dijalani.

Bahkan, ujian ini bisa membuat Anda berdiam diri dan mengajukan pertanyaan penting yang selama ini tidak bisa ditanyakan tentang kualitas relasi Anda, seperti:

Apakah relasi ini lebih kuat daripada sekadar ketertarikan fisik?

Atau

Selain fisik, hal apakah dari dirinya yang menarik?

Atau

Bisakah saya melihat masa depan yang indah bersamanya bila relasi ini diteruskan?

Semoga ujian terhadap relasimu ini bisa memberikan titik terang kepadamu untuk menentukan apakah relasi ini layak diteruskan dan hal-hal apakah yang harus diperhatikan dengan lebih dalam lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here