Jika anak-anak tetap tinggal bersama orang tuanya, kemungkinan ia akan menjadi anak papa atau anak mama. Tetapi saat mereka tinggal seorang diri di luar kota, luar pulau atau luar negeri, kondisi itu membuat mereka berjuang untuk menjalani hidupnya. Mereka akan mencoba agar bisa bertahan dan berhasil dalam studi mereka. Hal ini pun dialami oleh anak-anak kami, walaupun dipisahkan cukup jauh dari kami, mereka justru semakin dewasa dalam tindakan maupun pemikiran, dan bertumbuh secara iman.

Setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanya perpisahan dengan seseorang, dan perpisahan seharusnya mengakibatkan suatu perubahan. Perubahan positif atau negatif itu tergantung bagaimana yang menjalani meresponinya, dan apa yang harus dilakukan setelah perpisahan itu. Saya percaya banyak hal-hal yang bersifat positif dari adanya perpisahan, walaupun memang belum tentu semua orang bisa menerima sebuah perpisahan.

Marilah belajar dari peristiwa perpisahan. Beryukurlah kalau seseorang diizinkan mengalami perpisahan –sekali lagi ini bukan berbicara konteks perpisahan karena perceraian–, karena dari perpisahan sebagai manusia, kita sama-sama belajar arti sebuah pertemuan. Hal itu akan memahirkan kita untuk menghargai setiap pertemuan. Jangan saling menyakiti dalam setiap pertemuan. Sebaliknya, biasakanlah untuk saling mengasihi dan saling membangun dalam setiap pertemuan. Jangan bersedih dan susah, karena perpisahan itu merupakan salah satu realita kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here