Memberi sesuatu kepada seseorang memang salah satu cara untuk mengungkapkan kasih sayang kita. Namun pemberian tanpa disertai kasih tentu menunjukkan dan mengungkapkan sikap hati yang lain. Banyak orang memberi karena didorong oleh pujian atau penilaian baik dari orang yang menerima pemberiannya atau orang yang melihat ia memberi. Pemberian itu hanya sebuah tindakan manipulatif untuk keuntungan diri sendiri. Berbeda dengan orang yang memberi karena kasih dari dalam hati; ia sungguh ingin mengungkapkan perasaan yang terdalam kepada kekasih hatinya.

Baca juga:

Dulu, Pernikahan adalah Relasi yang Sederhana. Kini, Mempertahankan Rumah Tangga Semakin Tidak Mudah Saja. Apa yang Harus Dilakukan?

4. Layanan tanpa kerelaan

Bayangkan kehidupan sehari seorang ibu rumah tangga. Ia harus siap siaga mengurus segala keperluan domestik keluarga, mengambil peran seorang pembantu. Ia harus mengantar dan menjemput anak sesuai kepentingan, mirip seorang sopir pribadi. Sore hari ia mengambil peran guru, menolong dan mengajar anak untuk lebih memahami pelajaran di sekolah; terkadang dengan mengerjakan PR atau proyek, atau malah ikut stress memersiapkan anak untuk ujian esok hari. Jika semua lelah payah itu tak lebih dari sebuah kewajiban profesi, pekerjaan baik dapat berubah menjadi sumber konflik. Terlebih ketika si suami pulang dari bekerja, menyibukkan diri dengan tontonan televisi dan kopi hangat tanpa peduli setumpuk pekerjaan rumah yang serasa tiada akhir, mudah saja keletihan itu berubah menjadi tuntutan hak!

Tak usah banyak spekulasi, hal ini tentu menjadi sumber cekcok yang tak terelakkan. Enak saja suami memanjakan diri sementara istri kewalahan berusaha melayani seisi rumah. Sementara istri berusaha menjawab tuntutan multiperan, suami tampaknya menempatkan diri menjadi raja. Suami bisa juga berpikir setelah bekerja mencari penghidupan yang layak, ia berhak menikmati istirahat, dan ia berhak menolak tuntutan istri untuk ambil bagian pekerjaan rumah tangga. Masing-masing pihak sibuk menuntut hak setelah menjalankan kewajibannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here