2. Perjumpaan tanpa kesan

Seorang istri mengeluh suaminya workaholic. Si suami tak lagi menyediakan waktu khusus untuk dirinya; setiap waktu hanya kerja, kerja, dan kerja. Si suami membela diri berpikir bahwa ia bekerja begitu rupa demi keluarga; agar seisi rumah memiliki hidup yang terjamin, aman, dan nyaman.

Persepsi yang tak pernah berjumpa ini menyebabkan si istri uring-uringan dan bete abis. Ia merasa suami lebih mencintai pekerjaan daripada dirinya. Meihat situasi demikian, si suami malah merasa istrinya tak lagi bisa menghargai jerih lelahnya sebagai seorang kepala rumah tangga yang bertanggungjawab. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kurangnya waktu bersama sering menjadi pemicu terjadinya kehambaran dalam sebuah relasi. Meski tinggal seatap dan tidur seranjang, jika tak ada lagi momen perjumpaan yang meninggalkan kesan, yang membuat hati kita terkesima (lagi dan lagi) dengan pasangan, maka arti kehadiran pasangan lambat laun akan memudar hingga akhirnya tak meninggalkan rasa. Jangan sisakan waktu! Justru dengan bersengaja kita perlu meluangkan dan menyediakan waktu terbaik di tengah hari-hari yang sibuk nan padat. Ciptakan kembali kesan indah bersama pasangan dan keluarga, temukan dan rayakan betapa berharganya mereka dalam hidup ini. Ketimbang menghabiskan waktu hanya untuk kepuasan dan tuntutan pribadi saja, mari kita menghadirkan kesan dan kehangatan bersama dengan keluarga.

Baca juga:

Pengakuan Seorang Suami yang Berselingkuh: Kesalahan Istri yang Menyebabkan Suami Selingkuh

3. Pemberian tanpa kasih

Seorang teman suka sekali posting di media sosial; memamerkan berbagai macam pemberian suaminya: mulai dari hadiah hingga liburan keliling melanglang buana. Tentu saja tujuannya menggunggah hal-hal ini adalah untuk menunjukkan betapa beruntungnya dia menjadi istri dari seorang suami yang murah hati. Siapa sangka ternyata yang nampak di laman media sosial tak seindah kenyataannya!

Semua kemurahhatian si suami palsu adanya! Si istri menemukan bahwa suaminya bukan hanya menduakan, tetapi memiliki beberapa selingkuhan. Dan dia menemukan bahwa hadiah manis nan menawan yang suaminya berikan, bukan eksklusif untuk dirinya; setiap ia menerima hadiah, hal yang sama juga diberikan kepada para selingkuhan suaminya. Ironis bukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here