Saya mengerti bahwa sebuah keluarga itu saling terhubung. Semua pihak saling terkait mulai dari masa lalu dan tidak bisa begitu saja menyalahkan pihak lain. Orang lain bisa melihat bahwa saya berada di jalan yang lurus. Tetapi dalam sebuah hubungan, saya tetap punya andil di mana saya juga bisa memunculkan konflik.

Bagaimana Anda memaknai besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya? Apakah pemahaman ini membuat Anda semakin dewasa?

As iron sharpens iron, So one man sharpens [and influences] another [through discussion]. Proverbs 27:17. Dari terjemahan Amplified ini, saya memaknai bahwa sebagai suami istri, apabila komunikasi terputus atau tidak terbangun, maka akan sulit sekali saling menajamkan satu sama lain. Komunikasi itu sangat penting, apalagi komunikasi pada waktu konflik terjadi. Dalam rumah tangga konflik pasti terjadi, tetapi komunikasi harus mengambil peranan penting dalam menyelesaikannya melalui diskusi yang dewasa.

Jika hanya bertengkar, tanpa ada komunikasi dan diskusi yang dewasa, maka keluarga kita bisa pecah. Tetapi adanya komunikasi dan diskusi yang dewasa, membuat kita lebih dipertajam sebagai suami istri.

Bagaimana Anda bisa meng-handle ujian yang berat ini?

Kemurahan Tuhan. Tanpa kemurahan Tuhan, saya sendiri tidak kuat. Berulang kali saya hendak menyerah. 

Taat akan firman Tuhan adalah keputusan yang tepat. Tuhan akan membela kehidupan kita. Tetapi andaikata tidak dibela pun pasti Tuhan sedang mendidik kita. Oleh karena itu, percaya saja dengan apa yang Tuhan izinkan dalam kehidupan kita. Antara keadaan yang diubahkan atau diri kita yang diubahkan. 

Dalam kondisi stres atau sangat tertekan, jangan buru-buru mengambil keputusan. Lebih baik banyak berdiam dan merenung sampai hati benar-benar tenang baru memikirkan langkah dan keputusan. 

Tetap di dalam sebuah komunitas yang positif sehingga ada teman-teman yang menguatkan.  Mencari mentor yang tepat untuk membarengi kita melewati masa-masa tersulit. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here