Apakah kamu setuju dengan pernikahan sejenis?
Tidak. Saya tidak setuju dengan pernikahan sejenis.
Bagi saya pribadi,
Tuhan tidak pernah mendesain manusia untuk melakukan pernikahan sejenis.
Alkitab sudah sangat jelas, bagi saya, mengatakan hal demikian.
Pernikahan sejenis biasanya tidak akan memiliki ending/akhir yang jelas. Mereka yang memilih untuk melakukan pernikahan sejenis biasanya akan berakhir dengan perasaan yang kosong dan hampa, karena memang manusia tidak didesain untuk menjalani hidup yang demikian.
Dari segi keturunan pun, mereka yang melakukannya terkesan ‘memaksakan diri’ dengan mengadopsi anak, akan tetapi hal tersebut belum dapat memenuhi esensi dasar mengapa manusia diciptakan oleh Tuhan, dan bagaimana manusia harus beranak cucu.
Kamu ingin orang lain melihat dan memperlakukan kamu seperti apa?
Saya ingin orang lain memberikan suatu “penerimaan” terhadap keberadaan diri saya. Melihat saya seperti pria normal pada umumnya, tetapi memiliki kebiasaan yang buruk, seperti merokok, main judi, mabuk. Dengan adanya penerimaan dari mereka, maka saya tidak merasa berjuang seorang diri.
“Penerimaan” yang saya maksudkan bukanlah penerimaan terhadap dosa homoseksual saya, tetapi kepada pribadi saya yang rapuh, lemah, dan butuh diterima keberadaannya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya. Saya ingin orang lain memandang saya sebagai pribadi yang patut untuk ditolong dan diarahkan ke jalan yang sesuai dengan Firman Tuhan.
Penerimaan tersebut juga menyangkut penghargaan terhadap keputusan saya mengenai hal ini: apakah saya mau hidup selibat atau tidak selibat dan menikah dengan lawan jenis. Hal-hal demikian sangat sensitif bagi saya secara pribadi. Tidak semua orang yang pernah mengecap kehidupan gay bisa begitu saja menikah dengan lawan jenis.
Pemulihan dari kehidupan homoseksual menuju ke kehidupan yang normal butuh proses dan waktu yang panjang. Bahkan mungkin, seumur hidup.
Baca Juga: Sebagai Seorang Gay, Bolehkah Saya Meminta Satu Hal Ini dari Anda?






