Belakangan ini, jejaring sosial sayangnya banyak disalahgunakan. Tidak sedikit individu, kelompok kecil atau besar, maupun organisasi dengan sengaja menggunakan jejaring sosial untuk membuat resah, melakukan teror, menyebarluaskan ujaran kebencian, serta menipu sesama.
Mereka melakukannya dengan mengunggah dan membagikan (men-share) informasi yang tidak benar (hoaks), juga gambar atau tayangan-tayangan penuh kekerasan sehingga menjadi viral.
Mereka latah, sekadar ikut-ikutan orang lain, tanpa lebih dahulu menyaring apakah yang mereka unggah dan bagikan di jejaring sosial itu benar atau tidak.
Tindakan latah yang sering kali dilakukan tanpa (atau dengan sedikit sekali) pertimbangan logis itu menimbulkan begitu banyak polemik di masyarakat.
Diperlukan kedewasaan dalam pemikiran dan tindakan dalam menggunakan situs jejaring sosial.
Kita tidak bisa melarang orang (dengan motivasi apa pun, baik atau buruk) untuk menggunakan media sosial. Akan tetapi, dengan pemahaman dan kedewasaan pemikiran, kita bisa melakukan seleksi terhadap pertemanan kita di media sosial.
Selain itu, kita juga harus berani mengambil tindakan tegas. Jika ada orang-orang yang menyimpang dari aturan main dan kepatutan, putuskan pertemanan dan blok mereka. Jika keterlaluan, laporkan mereka ke pihak yang berwenang.
Baca Juga: Termakan Hoaks? Baper karena Posting di Medsos? Ini Cara Efektif Menghindari Keduanya
Dalam kehidupan manusia, media sosial benar-benar harus digunakan dengan bijaksana. Karena di realita, jika tidak digunakan dengan bijaksana, media sosial justru menjadi penghambat dan pengalih perhatian dari tugas dan kewajiban utama.
Media sosial adalah sarana yang seharusnya membantu kita berjejaring sosial, bukan sebaliknya, menjadi jerat yang menghancurkan kehidupan pribadi, studi, pekerjaan atau bisnis, bahkan keluarga.
Baca Juga: 7 Alasan untuk Stop Phubbing Sekarang Juga, Sebelum Hubunganmu Hancur Karenanya
Zaman now, bermedia sosial sudah menjadi keharusan, tetapi apa yang menjadi tujuan utama dalam berjejaring haruslah disadari terlebih dahulu.
Jangan sampai kita berjejaring, tetapi justru menghancurkan kehidupan. Pakai sarana media sosial untuk hal-hal yang positif dan membangun.






