Keempat, bayangan apa yang kita lihat tak sama dengan realitas yang ada
Seorang pria mengaku bahwa ia tak pernah menikah apalagi sampai punya anak, kenyataanya ia bercerai dan mempunyai tiga orang gadis. Inilah kenyataan di media sosial. Orang yang tujuan yang buruk dapat menampakkan diri seolah-olah baik.
Kelima, saya melihat sebagian orang terlalu cepat mengatakan cocok hanya dengan melihat penampilan di aplikasi cari jodoh
Ya, sangat mudah bagi seseorang mengatakan cocok lewat aplikasi cari jodoh! Padahal, seharusnya menemukan seseorang itu bukan hanya kecocokan penampilan tapi kenyamanan saat berada di dekatnya. Menemukan pasangan dengan penampilan yang baik tidak menjamin kecocokan.
Keenam, tidak ada aturan yang melarang kita untuk tidak berinteraksi dengan seseorang lewat online, kita perlu sangat berhati-hati
Kita perlu bukan hanya informasi dari aplikasi cari jodoh, tetapi mengenalnya di dunia nyata. Bagaimana ia berelasi dengan orang lain dan menjalani kehidupannya. Seorang teman mengatakan kepada saya,“ Lihatlah seseorang dalam relasinya dengan keluarganya, karena itu akan memberikan gambaran utuh tentang siapa dirinya yang sesungguhnya.”
Ketujuh, Jangan menyalahkan orang lain ketika kita salah melakukan interaksi lewat aplikasi cari jodoh
Koreksi diri kita: apa yang salah dengan cara yang kita mencari jodoh. Selalu ada masalah dalam penggunaan tehnologi. Inilah resiko yang akan kita hadapi di tengah pesatnya kemajuan teknologi.
Akhirnya, selalu ada saja resiko menjadi kecewa, sakit hati, atau dikhianati mungkin, tetapi ada baiknya kita mengingat juga perkataan Jeff Jarvis,“Lakukan yang terbaik dan biarkan dirimu terhubung dengan orang lain.”
Baca Juga:
Mencari Jodoh itu Mirip Memilih Sepatu
Cinta Itu Melek: 5 Panduan Sederhana Mendapatkan Jodoh. Nomor Berapa yang Belum Anda Coba?






