Saya menguji kembali pertimbangan membeli bunga ini. Harus tulip? Engga sih, tapi mereka cantik pake bingits. Untuk apa tulip ini? Untuk diri sendiri. Haruskah tulip? Harus waktu Valentine? Mengapa? Supaya hati happy. Ada cara lain?

Pertanyaan-pertanyaan ini membawa saya kembali ke beberapa ingatan. Saya ingat Valentine’s Day tahun itu, kami masih berdua saja dan suami baru pulang dari meeting lepas jam 9 malam. Memang kami tak punya rencana khusus untuk merayakan Valentine. Eh, kami memang tak merayakannya.

Setelah mandi dan menyegarkan diri, tiba-tiba suami berkata, “Ngopi yuk?” Dia merujuk pada cafe kecil di dekat rumah. “Ayo buruan, cafenya tutup jam 11 kok.” Akhirnya kami naik motor berdua ke cafe kecil itu; Cappuccino panas untuk dirinya, semangkuk Es Krim untuk saya, dan percakapan ngalor-ngidul hingga cafe tutup.

Tahun lalu, beberapa hari setelah Valentine’s Day, suami berkata, “Kemarin aku beli coklat buat kamu dan Pearl.” Saya hanya menjawab dengan tawa saja. Walaupun kami jarang mengizinkan Pearl -putri kami yang waktu itu baru berusia 2 tahun- untuk makan coklat, pagi itu kami bertiga menghabiskan sebatang coklat bersama-sama.

Saya masih ingat betul ekspresi kegembiraan Pearl dengan wajah celemotan coklat di pangkuan papanya. That was a priceless moment!

Still Flowers?

Jari saya tetap bergerak di atas layar gawai, menghapus kata-kata yang sempat terketik di sana. Saya jadi sedikit malu dengan diri sendiri, ternyata masih ada satu sudut diri yang masih berharap romantisme ala jaman now.

Saya jadi mengingatkan diri sendiri bahwa Valentine’s Day bukanlah sesuatu yang teramat penting untuk tidak dilewatkan. Hari itu adalah hari biasa seperti hari lain. Hari itu bisa jadi lebih bermakna dengan apa yang bisa kita berikan, bukan yang kita harapkan atau kita tuntut dari orang lain, terutama dari suami.

Masih ada banyak cara untuk menyenangkan diri sendiri, dan tak harus di hari Valentine kan? Masih ada banyak momen berharga dalam hidup berkeluarga, dan tak harus seputar Valentine dan romantisme kan? Hidup terlalu indah hanya untuk difokuskan pada sebuah perayaan di 14 Februari saja. Memang tak ada salahnya mengukir memori di hari khusus. Namun, janganlah melewatkan kesempatan untuk mengukir memori khusus di hari-hari yang “biasa”.

Jadi, apa rencana untuk Valentine’s Day besok? Nodong suami ajak makan sekeluarga di restoran seafood, jangan lupa pesan kepiting saus padang yang nendang abis (sambil usap-usap perut yang makin buncit ini).

Baca Juga:

Mencari Jodoh itu Mirip Memilih Sepatu

Suami Saya Tak Romantis, Namun Ini Cara Saya ‘Berdamai’ dan Bahkan Bersyukur untuk Kehadirannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here