Terlalu banyak adegan film yang terekam dalam ingatan kita yang, tanpa sadar, diharapkan menjadi nyata dalam kehidupan kita. Figur laki-laki yang dipresentasikan berbagai film Hollywood dan drama Korea membuat kita bertanya, “Mengapa pak suami tak sensitif seperti si ganteng di film itu?”

 

Suamiku kok begini?

Pertanyaan di atas menjadi kawan perenungan saya, setelah semangkuk mie kuah yang saya masak habis malam itu. Saya tak menemukan jawaban, tak juga di mangkuk yang sudah kosong. Kekosongan itu saya bawa tidur dan saya simpan di alam mimpi.

Tak disangka, beberapa hari lalu, jawaban itu tiba ketika saya tak lagi galau mencarinya. Ia tiba dalam wujud sebungkus tahu telur favorit yang sudah siap di meja makan di malam yang melelahkan.

“Kok tahu kalau saya emang pengen tahu telur?” tanya saya pada suami.

“Ya kan kamu butuh nutrisi lebih. Makan yang enak toh,” jawabnya sambil tetap menatap layar televisi.

Beberapa malam sebelumnya, saya memang tak enak makan dan tak enak tidur karena heartburn di trimester akhir ini. Pak suami tahu persis obat penawar fisik yang lelah dan pikiran yang lebih lelah karena beban pekerjaan: perut yang kenyang dan happy.

Beginilah suami saya. Dia tak pernah membelikan saya bunga, tapi makanan dan jajanan kesukaan saya ada dalam ingatannya. Dia tak bisa memasak dan tak pernah mengajak makan malam romantis, tapi dia seperti membaca pikiran dan menyodorkan sepiring lauk kesukaan di saat yang tepat.

 

Kenyataan pasti lebih indah dari romantisme di layar kaca

Iya, dia memang begitu.  Laki-laki yang tanpa ekspresi berlebih seperti yang muncul di drama Korea. Dia laki-laki yang sibuk bekerja, dan kadang tanpa perlu malu mencuci dan menjemur pakaian seisi rumah.

Dia memang begini. Tak bisa bermanis kata dan berlaku romantis. Dia laki-laki yang sibuk mencintai keluarga dengan cara yang nyata dan logis baginya.

Apa yang dia lakukan sungguh nyata! Tak hanya sebatas impian dari layar kaca. Dia memang bukan laki-laki ganteng dari layar emas Hollywood atau laki-laki cantik dari streaming Korea.

Dia tak perlu membuat hati luluh dengan hal yang luar biasa. Dia hanya ingin melakukan hal-hal biasa setiap hari karena hatinya sudah ia berikan seluruhnya.

Lagipula, di drama Korea tak ada Tahu Telur langganan yang bikin perut kenyang dan hati happy ūüôā

 

Baca Juga:

Pengakuan Seorang Suami yang Berselingkuh: Kesalahan Istri yang Menyebabkan Suami Selingkuh

Sebelum Penyesalan Datang, Suami-Istri Perbaikilah Relasi lewat 3 Hal Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here