2. Setelah acara berakhir, mempelai tidak langsung menikmatinya. Hanya lelah luar biasa yang terasa
Seusai acara pernikahan saya bertahun-tahun yang lalu, saya kira saya akan merasa bahagia. Namun yang ada saya merasa lega. Lega karena acaranya berakhir juga. Bangun jam3 pagi demi makeup di salon selama 5 jam. Lalu melewati berbagai prosesi yang luar biasa banyak dan sama sekali tidak mengijinkan kami untuk beristirahat. Bahkan kami terpaksa makan di mobil dalam perjalanan menuju ke lokasi pemberkatan agar tidak lemas karena kelaparan.
Ya, yang tersisa hari itu hanya rasa lelah. Share on XSatu hari yang seharusnya menjadi momen berharga ini terasa berlalu terlalu cepat, bagaikan mimpi. Lalu keesokan harinya ketika foto-foto mulai dikirimkan, apalagi ketika video yang telah di edit diberikan, barulah kita bisa menikmati acara yang kami buat sambil duduk tenang. Bagi Anda yang menikah, pernah mengalami yang semacam ini?
Baca Juga: Saat Crazy Rich Surabayan Mantu, Tiga Perilaku Ini ini Terungkap
3. Seindah-indahnya gaun pengantin, setinggi-tingginya kue pengantin, bahkan semewah-mewahnya dekorasi, semua itu hanya untuk satu hari
Siapa yang mengenakan gaun pengantin mereka untuk menghadiri acara lain? Tidak ada. Siapa yang menyimpan kue pengantin mereka di rumah? Saya yakin belum ada, kecuali orang yang membuat kue pengantin itu sendiri. Siapa yang meminta orang dekorasi untuk memindahkan dekorasi yang telah dibuat seindah mungkin ke rumah? Saya sangat yakin, tidak seorang pun. Bahkan saya sudah tidak menyimpan lagi bouquet bunga pengantin yang rencananya ingin saya simpan sebagai kenang-kenangan. Semuanya itu hanya sementara, hanya kita kenakan satu hari saja.
Jadi sederhana ataupun mewah, sebenarnya bukan itu yang menjadi hal penting dalam sebuah pesta pernikahan. Share on XYang terpenting adalah bagaimana persiapan kedua mempelai menghadapi kehidupan pernikahan seusai acara.
Karena acara pernikahan ini hanya berlangsung sehari, sementara kehidupan dalam pernikahan berlangsung selamanya.
Dahulu saya berkeras meminta yang terbaik untuk acara pernikahan saya. Dengan alasan, saya menikah hanya satu kali, kenangan ini harus menjadi yang terindah dalam hidup saya. Alasan ini sepertinya tidak salah ketika saya mengutarakannya kepada kedua orang tua saya. Namun setelah acara, saya menyadari bahwa menciptakan kenangan indah tidak harus dengan berbagai hal yang mewah. Kehadiran kedua orang tua, keluarga dekat, sahabat-sahabat dan para undangan lain yang terhormat bahkan dari berbagai kota dan negara hanya untuk mengucapkan selamat hari pernikahan pada kita adalah sebuah kenangan yang indah.
Kehadiran ayah dan ibu saya untuk mengantarkan saya berjalan di lorong gereja sebelum melepaskan saya pada suami, adalah sebuah kenangan yang indah. Kesanggupan pasangan kita untuk mengucapkan janji sehidup semati dan menepatinya adalah sebuah kenangan yang indah.
Membuat pesta pernikhan mewah akan menjadi buah bibir, namun semuanya sifatnya sementara. Ketika ada pernikahan lain yang lebih ‘wah’ maka pernikahan kita akan dilupakan. Bahkan seiring waktu, tidak lagi dibicarakan. Namun perjalanan pernikahan kedua mempelai berjalan sampai maut memisahkan.
Baca Juga:






