Jika kamu superrrrr cinta dia,

 

5. Pikirkanlah yang Baik bagi Dia. Lalu bagi Kamu. Dan bagi Keluarga

Nah, ini tahap untuk merenung. Ingat, masa pacaran adalah masa mengenal. Kenal dengan pasangan, kenal dengan keluarganya, kenal dengan tradisinya. Ada baiknya jika di dalam masa kenal ini, kita belajar mulai “mengatasi” masalah-masalah yang ada dalam hubungan cinta kita. Dari sinilah hubungan kita akan bertumbuh menjadi lebih dewasa. Kita tumbuh dewasa dalam mencinta.

Seharusnya,

saat kedewasaan mencinta ini muncul, kita bisa mulai memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada diri kita sendiri:

Apakah hubungan beda suku ini begitu sulit untuk ditempuh? Apakah pandangan orang tua kita selalu yang terbaik? Terbaik untuk kita atau mereka? Apakah orang tua kita malah seharusnya perlu belajar untuk mulai menerima perbedaan? Apakah aku mampu mengasihi keluarganya? Apakah aku akan ditolak terus selamanya? Apakah jawaban doaku dari Tuhan? Apakah aku bahkan harus mendoakan orang tuanya dan orang tuaku? Apakah aku mampu terus mengasihi jika aku tetap tidak diterima? Apakah hubungan cinta ini bisa memberi “warna” yang baik di dalam hidup?

Sekitar lima belas tahun yang lalu, saat saya benar-benar ragu dan ingin menyerah, hanya statement ini yang muncul di hati:

Bahwa saya akan terus belajar untuk mengasihi. Baik mengasihi ibunya, keluarganya, atau bahkan semua yang menentang hubungan kami.

Saya akan menunjukkan pada semua orang. Bahwa cinta tetaplah cinta. Kasih tetaplah kasih, walaupun.

Kasih tetaplah bisa terus bertumbuh kepada siapa saja, apa pun sukumu, bagaimanapun berbedanya tradisimu.

Prinsip saya dan 'mantan' saya saat itu, jika cinta itu murni dari Tuhan, bukan karna keinginan menggebu sesaat, pasti akan membentuk buah-buah cinta yang selalu indah. Share on X

Ada jalan-Nya. Tidak perlu memaksa.

Indah untuk selalu mampu berbagi dan belajar. Indah untuk selalu mampu menerima dan mendukung. Bahkan, indah untuk selalu mendoakan dan merangkul.

 

Untukmu yang sedang menjalani hubungan beda suku yang terhalang restu orang tua, maju atau mundur? Lanjut atau bubar?

Pertahankan atau lepaskan, pilihan ada di tangan kalian.

Selamat memilih dengan bijaksana.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here