1. Prepare for the Worst!
Terimalah kemungkinan terburuk. Ya, kemungkinan terburuk ini: tidak direstui orang tua.
Umumnya, orang tua merasa merekalah yang paling tahu yang terbaik bagi anaknya. Saya pernah mengenal seorang ibu yang anaknya sudah berpacaran bertahun-tahun dengan seorang perempuan baik-baik, seiman, tetapi beda suku. Ibu itu tetap saja kekeuh tidak merestui hubungan mereka. Ibu ini baik, tetapi sangat keras. Beliau merasa perbedaaan suku tidak baik untuk terus dilanjutkan sampai ke pernikahan.
Sebagai ibu dari dua orang anak, kini saya akhirnya bisa ikut merasakan hati ibu mertua saya.
Saat kira-kira 15 tahun yang lalu Beliau belum mampu menerima saya untuk berpacaran dengan anaknya. Ya, kami memang berbeda. Mantan pacar saya punyanya emak, saya punyanya opung.
Memang, hati seorang ibulah yang pertama paling takut jika anaknya salah pilih jodoh. Hatinya penuh kekhawatiran “bagaimana jika”, yang sering kali belum tentu akan benar-benar terjadi.
Namun, jika kemungkinan terburuk ini terus ada, dan orang tua tak kunjung mengubah pikiran, mampukah kamu untuk terus menjalani hubungan seperti itu?
Baca Juga: Hubungan Tak Direstui Orang Tua Jangan Backstreet, Ini Jalan Keluarnya






