2. Tunjukkan Kualitasmu! Challenge Yourself to the Max!
Kesannya berat, yah? So pasti! Karena cinta itu berjuang!
Dalam hal ini, keluarkanlah nilai-nilai plus yang kamu miliki. Mungkin kamu baik hati, mungkin kamu kreatif, mungkin kamu aktivis di gereja, di tempat ibadah lainnya, atau di sekolah, di kampus, di RT, atau mungkin kamu jago masak dan jago musik, atau punya talenta menulis atau melukis. Apa pun itu. Bahkan tunjukkan juga kalau kamu pun bisa bekerja di tempat yang baik dan bermutu.
Buktikan kamu adalah anak yang rajin dan selalu bersemangat. Punya daya juang yang tinggi! Gak ngasal, gak nyantai. Tunjukan hal-hal TERBAIK yang kamu miliki.
Buktikan pada ibunya, pada keluarganya, bahwa apa pun sukumu, kamu tetap punya banyak hal yang bisa dibanggakan.
Bahwa kamu memang layak untuk dipilih. Kamu layak untuk jadian sama anaknya!
Orang tua mana yang tidak berpikir untuk mendapatkan pasangan terbaik bagi anaknya? Jika memang kamu punya begitu banyak kebaikan, pasti mereka pun akan mulai menimbang-nimbang kualitasmu.
Bahkan mulai dari detik ini juga!
3. Berikanlah Pandangan yang Baik yang mungkin Sukumu Miliki untuk Dibagikan kepada Pacarmu
Intinya, justru perbedaanlah yang membuat hubungan menjadi ‘seru’, membuat kalian berdua saling mengisi.
Saya sering mengutarakan kepada mantan pacar saya yang kini sudah ‘jalan bareng’ sepanjang sepuluh tahun menikah, tentang bagaimana kuatnya nilai kekeluargaan dalam budaya Batak. Juga tentang bagaimana cara menghormati orang-orang yang dituakan dan bagaimana seorang perempuan Batak harus melayani keluarga mereka dengan pekerjaan perempuan yang seakan tabu dilakukan para lelaki, seperti memasak, mencuci piring, dan lain sebagainya.
Begitu pula sebaliknya, dia juga ikut menambahkan bagaimana para ayah di etnis Tionghoa biasanya lebih semangat dan sangat ulet dalam bekerja demi menyokong keluarga. Rela keluar rumah dari sebelum matahari terbit, rela mengayuh sepeda menjemput anaknya sekolah. Menunggu berjam-jam di pintu gerbang Sekolah Dasar, membawakan segelas jus buah untuk anak laki-lakinya.
Intinya, apa pun sukumu, ambilah hal-hal baik yang bisa saling membangun hingga hubungan cinta menjadi kaya. Kekayaan itulah yang mungkin bisa dibagikan kepada keluarga yang belum memberi restu, alias masih berpikir seribu kali untuk meng-iya-kan hubungan beda suku.
Ciptakanlah momen-momen ‘bercerita’ kepada pasangan atau keluarganya, sehingga mereka mampu belajar sedikit-sedikit tentang tradisi sukumu, hingga akhirnya mulai terbuka untuk menerima perbedaan budaya yang ada.
Jika kamu super cinta dia
dan sudah melakukan semua cara
tetapi tidak berhasil juga,






