“Sembilan belas tahun! Dulunya Toni itu dosen, sementara Yuni mahasiswinya. Toni suka Yuni sejak pertama kali mereka bertemu. Setelah menikah, Yuni ga pernah diizinkan kerja apa pun. Ga masak. Bahkan bayar listrik-air pun Yuni ga bisa, karena amat sangat dimanja. Taunya semua beres.
Dulu, zaman belum ada gojek, kalau malam-malam Yuni bilang ingin makan martabak, biarpun rumah mereka di Surabaya Barat dan martabak kesukaan Yuni di Kapasari, Surabaya Timur, mbelani, lho …. Toni mengeluarkan mobil, pergi membelinya …”
“Repotnya, Toni meninggal mendadak. Ga pernah sakit dan ga pernah cek darah juga. Main tenis, jatuh, langsung meninggal. Yuni shock, ga siap dan ga bisa apa-apa..”
“Anaknya berapa, Mir? Umur berapa?” tanyaku.
“Dua, laki-laki semua. Yang satu kelas 3 SMU dan yang satu kelas 1 SMU. Mereka sangat kehilangan papanya. Karena urusan sekolah anak-anak, juga Toni yang mengurus semua.”
“Toni kerja apa?”
“Dia itu profesional, jadi konsultan di beberapa perusahaan besar. Karena Toni baik dan jujur, dia juga diberi saham kosong beberapa persen. Aku dengar dari Yuni begitu.”
“Duh, jadi perempuan ga boleh pasrah gitu ya. Harus bisa kerja. Kalau ditinggal mendadak seperti ini, kan, kacau semua. Padahal anak-anak masih butuh biaya besar.” Tanti menghela nafas,
“Ga menyangka, ya … di dunia ini ada laki-laki super baik seperti Toni. Kalau suami yang suka memukuli istri, pemarah, sering dengar. Tapi yang seperti malaikat, baru sekali ini dengar. Rasanya Romeo saja lewat. Shakespeare pun ga mikir kali, ada pria sebaik Toni. Sempurna,” sambungnya.
“Yuni bilang, biarpun dia masih berusia 43 tahun, tapi ga mungkin menikah lagi. Ga ada pria yang sebaik Toni. Bayangkan, Yuni bilang, 19 tahun menikah, Toni ga pernah marah dan tidak pernah melarang apa pun. Tau sendiri, kan, Yuni gendut begitu. Toni ga pernah protes. Asal Yuni senang, Toni happy! “lanjut Mira,” Makanya aku bilang ke suamiku, ‘Sudah ga usah terlalu baik. Orang yang terlalu baik, cepat dipanggil Tuhan.”
“Padahal ga sedikit pria yang istrinya cantik langsing saja masih selingkuh. Yang ini, istri gendut hampir seratus kilo masih tetap dipuja dan dicintai!
Wow … ini yang namanya cinta sejati!” ungkap Tanti dengan penuh kekaguman.
“Sungguh Toni memberikan teladan yang sangat baik. Menginspirasi … Sekarang aku bisa berdoa supaya anak-anakku mendapat jodoh yang baik seperti Toni. Dulu ga terpikir ada pria sesempurna itu. Tapi aku mau anak-anakku tetap bekerja dan belajar. Selalu meningkatkan kemampuan membuat seseorang jadi percaya diri. Dan itu kehendak Tuhan. Agar kita menjadi pribadi yang terbaik serta bisa memanfaatkan talenta yang Tuhan berikan menjadi berkat bagi sesama,” ujarku menutup pembicaraan.
Kami sudah tiba di rumah Yuni. Sekarang giliran kami menghibur Yuni.
Hidup penuh warna dan misteri. Dan Toni sudah mengakhiri pertandingan kehidupan dengan sangat baik.
Selamat menikmati kebahagiaan kekal di surga, Ton!
☕,
Yenny Indra
www.mpoin.com






