Diskusikan bersama keluarga besar
Acara besar atau hajatan tentu saja melibatkan banyak pihak. Kita tak bisa memutuskan sendiri apakah acara itu akan terus berjalan apa pun resikonya, atau lebih baik menunda hingga keadaan membaik. Mintalah saran dari orang-orang yang ‘dituakan’ di keluarga, terkadang saran yang bijak dari mereka tak pernah terpikirkan oleh yang muda seperti kita.
Kemudian bagaimana kalau ternyata saran dari keluarga masih terpecah menjadi dua? Yang satu ingin ditunda dan yang lain ingin tetap dilaksanakan? Nah, perhatikan poin ketiga ini.
Pertimbangkan manfaat dan ancaman yang ada
Covid-19 belumlah usai, bahkan beberapa hari ketika artikel ini ditulis, pasien dengan jumlah konfirmasi positif melonjak menyentuh angka 14.000-an, menjadikannya rekor terbaru sebagai penambahan terbanyak dalam satu hari. Pun di luar negeri juga ditemukan mutasi baru dari Covid-19, yang katanya lebih cepat menular daripada sebelumnya.
Memang vaksin telah ditemukan dan mulai dibagikan kepada tenaga medis dan orang yang memiliki peran sentral dalam masyarakat, namun beberapa artikel menuliskan vaksin yang ada baru bisa bekerja secara maksimal beberapa waktu setelah disuntikkan.
Ancaman virus Covid-19 nyata mengintai kita, mengintai orang tua, saudara dan anak-anak kita. Jangan sampai karena tetap memaksakan sebuah acara yang sebenarnya bisa ditunda, kita jadi kehilangan orang yang kita kasihi.
Nyawa dan kesehatan mereka jauh lebih berharga dibandingkan dengan DP yang sudah dibayarkan ke pihak pengelola acara. Bijaklah mengambil keputusan di masa pandemi ini. Tetap jaga kesehatan dengan sesering mungkin mencuci tangan dan memakai masker ketika sedang beraktivitas di luar rumah.






