Ketiga, sediakan waktu khusus untuk anak dan pasangan

Bagi seorang istri, khususnya yang sibuk dengan pekerjaannya, sebaiknya berupaya menyediakan waktu untuk anak dan juga pasangan.

Meski anak-anak sudah besar, waktu untuk bertemu bersama tetaplah menjadi hal yang penting. Dari makan bersama, belanja bersama, urus rumah bersama hingga berlibur bersama perlu terus dijadwalkan, tentu bersama dengan seluruh anggota keluarga.

Keempat, sediakan waktu jika pasangan meminta menemani

Sering dianggap sepele oleh seorang istri, yaitu saat diajak menemani suaminya di sebuah acara kantor. Ogah menemani dan malah membiarkan suaminya pergi dengan teman kantornya. 

Seorang istri harus mau tahu profesi yang digeluti suami. Dengan mau menemani di acara kantor atau kegiatan lainnya, maka istri bisa tahu dan mengenal siapa saja teman serta relasi sang suami. Demikian pula seorang suami mesti bersedia menyediakan waktu untuk menemani istri, apabila ada acara-acara yang mengharapkan kehadiran bersama pasangan.

Kelima, jangan terlena dengan komunitas sendiri

Mempunyai komunitas sendiri memang baik. Selain sebagai sarana bersosialisasi, juga menambah pengetahuan melalui komunitas tersebut. Namun, jangan sampai sebuah komunitas justru menjadi tempat pelarian dari masalah yang dihadapi dalam rumah tangganya.

Komunitas boleh dimiliki suami atau istri dengan sepengetahuan pasangan. Tak ada relasi yang boleh disembunyikan dari pasangan. Seringkali yang dipandang sepele, misalnya soalnya relasi dengan komunitas tertentu, dapat membawa masalah besar bagi rumah tangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here