Jalan Kian Terjal

Operasi dilakukan H-1 sebelum Lebaran. Semua berjalan dengan lancar. Di ICU, Caleb cepat pulih kesadarannya dan berangsur membaik. Dua minggu kemudian, Caleb dipindahkan ke kamar biasa. Bahkan ia mau makan dan bermain.

Namun, 3 Juni subuh, Caleb kejang, kehilangan kesadaran, dan mengalami gangguan napas. Dokter tidak menyarankan Caleb di ICU, karena ruangan tersebut digunakan untuk orang yang masih memiliki harapan hidup.

Di titik inilah, kami percaya bahwa Tuhan sudah mengatur yang terbaik bagi Caleb. Dokter memindahkan fasilitas ICU ke kamar biasa milik Caleb. Tujuannya, agar orang tua bisa menemani Caleb di saat-saat terakhir hingga puas. Keesokan harinya, Caleb dipanggil Tuhan di usia 3 tahun 2 bulan.

Campur Tangan Tuhan di Tengah Perjuangan

Koh Teguh dan Ci Inneke melihat campur tangan Tuhan yang luar biasa. Bulan Maret-Juni 2020 adalah masa penyebaran Covid-19 di Indonesia. Semarang lock down di bulan Maret, sehingga ekonomi melambat dan berdampak pada bisnis mereka berdua.

Mereka tidak bisa melakukan second opinion. Harus berulang kali ke RS. Kariadi, yang menjadi rumah sakit pusat rujukan Covid-19 di Jawa Tengah. Dengan pemeliharaan Tuhan, Koh Teguh dan istri tetap sehat hingga hari ini, tak tertular Covid-19 seperti yang dikuatirkan beberapa orang.

Apa yang Dilakukan Ketika Anak Mengalami Masalah Kesehatan Serius?

Bagi Koh Teguh dan Ci Inneke, anak adalah pemberian dari Tuhan. Anak tidak bisa memilih dilahirkan di keluarga mana, maupun ditempatkan dalam kondisi fisik tertentu. Ketika dipercaya mendapat anak berkebutuhan khusus, artinya Tuhan mau kita belajar. Baik itu dalam hal kesabaran, bersyukur, dan kepekaan.

Selain pergumulan terkait Caleb, Koh Teguh dan Inneke juga mempunyai seorang anak lain yang berkebutuhan khusus. Celline, kakak almarhum Caleb, kini berumur 7 tahun. Sejak kecil ia mengalami Global Development Delay yang memengaruhi perkembangan motorik dan kognitifnya. Celine sempat bersekolah di Taman Kanak-Kanak, namun kini orangtuanya lebih berfokus pada terapi untuk menunjang tumbuh kembangnya.

“Segala sesuatu masalah ada dengan seizin Tuhan. Apa pun yang kita miliki tidak ada artinya di hadapan Tuhan. Manusia boleh berusaha dengan berbagai cara. Entah dengan mencari dokter keliling dunia, mencari pengobatan ke berbagai tempat. Namun yang terpenting. Tuhan mau kita belajar mengandalkan-Nya,” demikianlah tutur keluarga tegar ini.

Situasi memang selalu memiliki kuasa mengatur hidup. Namun respon menjadi pembeda dan penentu bagi langkah hidup selanjutnya. Apakah mau melihat, merenung, atau menyalahkan? Kita bisa memilih opsi lain, yaitu do something.

“Kalian tidak sendiri. Jangan menyerah dan merasa paling terpuruk. Tuhan ingin memakai kita untuk memberi semangat kepada yang lain.
Terapi adalah stimulasi terbaik bagi anak dengan kebutuhan khusus. Jangan terlalu berharap di ranah akademis. Membuat mereka mandiri adalah tugas terpenting. Sabar adalah kunci dari segalanya.”

Semua orang memiliki badai pergumulan masing-masing. Tidak perlu merasa bahwa persoalan kita adalah yang terparah dan terburuk. Jika kita berdoa meminta mukjizat Tuhan dan belum terkabul, ubahlah cara doa itu. Mampukanlah anak kami melewati semuanya. Niscaya, hidup kita akan menjadi lebih ringan.

SEBUAH SURAT KECIL UNTUK CELINE DAN CALEB
Celine dan Caleb

Meskipun kalian adalah anak kecil,
Tuhan mengajarkan pada kami
Bahwa di tengah pergumulan, kalian berdua tetap berusaha menjadi yang terbaik.
Kalian berusaha belajar, mandiri, dan ceria seperti anak-anak lainnya.
Ketika kami down, kalian berusaha memberi support.
Kesedihan pasti ada. Banyak air mata yang sudah dikeluarkan.
Tetapi satu hal yang mau Tuhan sampaikan. Ia memegang kendali atas hidup kita.
Percaya pada penyertaan-Nya, karena Ia memberikan kekuatan dan anugerah ekstra di setiap kilometer kehidupan.


Teguh dan Inneke dapat dihubungi lewat akun Instagram: @teguhinneke dan @inneketeguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here