Selain itu, saya sampaikan juga fakta yang memang sudah dirasakan suami. Bekerja di rumah selama tiga bulan terakhir, pengeluaran bulanan kami untuk makanan bertambah. Kalau dulu masih menikmati fasilitas makan siang dari kantor, sekarang tidak lagi. Nominal belanja makanan pun bertambah.

Data tertulis dan fakta sehari-hari yang valid dan akurat ini menjadi senjata pamungkas yang tak terelakkan. Kenaikan uang belanja bukan sekadar keinginan tak berdasar.

Ketiga, hargai suami

Memang sudah merupakan kewajiban suami untuk memberi uang belanja. Di sisi lain, sudah menjadi kewajiban istri untuk menghargai suaminya.

Hargai suami dengan menggunakan kata-kata yang sopan dan intonasi bicara yang baik ketika meminta uang belanja. Jangan cerewet. Bicara secukupnya dengan cara yang menyenangkan telinga suami.

Meminta kenaikan uang belanja juga bukan aksi memerintah suami. Oleh karena itu, katakan “tolong”. Ucapkan juga “terima kasih” bahkan sebelum kenaikan uang belanja tersebut diberikan.

Jika suami merasa dicintai dengan penghargaan yang diberikan istri, bukan tidak mungkin kenaikan uang belanjanya lebih dari yang kita harapkan. Hehehe….

Selamat mencoba. Semoga berhasil!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here