Apakah Anda berpikir semua guru punya printer, komputer, laptop bahkan koneksi internet? Tidak semua. Tahukah Anda bahwa benda-benda tersebut juga termasuk mahal untuk ukuran rata-rata seorang guru di Indonesia, bahkan di ibukota?

Jika Anda mau jujur, maukah Anda merelakan anak Anda jadi guru kelak? Bukankah sudah bukan rahasia lagi jika rata-rata guru di Indonesia tidak berpenghasilan besar? Bahkan di tahun 2020 ini pun masih ada dan banyak sekali guru di Indonesia yang digaji di bawah satu juta rupiah per bulannya!

Sebagai guru kami berusaha memikirkan cara yang terbaik. Kami merancang supaya tak perlu menyusahkan orang tua dengan hal-hal kecil yang merepotkan.

“Bagaimana kalau tugasnya dikerjakan dan dilaporkan saja secara digital?” begitu saran kami sambil memberikan panduan. Tugas dan laporan kegiatan belajar siswa bisa dilakukan menggunakan aplikasi yang bahkan bisa diakses via gawai pribadi, semudah mengakses situs belanja online.

“Duh, nggak ngerti saya, Miss! Tambah repot kalau kayak gitu,” keluh Anda lagi.

Tahukah Anda, kami baru saja berusaha mati-matian untuk mengerti caranya menggunakan berbagai aplikasi dan media pembelajaran secara online? Tahukah Anda, betapa repotnya kami di tengah-tengah keterbatasan kami?

Ditambah lagi, kami masih harus mendengar komentar Anda yang lain. “Ah, kalau guru enak ya. Anak libur, gurunya juga ikutan libur.”

Kami hanya bisa tersenyum kecut. Kami tidak liburan. Sebagian dari kami tetap diwajibkan masuk sekolah. Haram hukumnya untuk absen. Padahal, virus corona mengintai sepanjang hari. Sebagian dari kami bekerja dari rumah, tanpa ada fasilitas penunjang tambahan seperti komputer maupun internet dari sekolah.

Sebagai guru yang sejati kami harus melayani dengan tulus, menjawab dengan sopan, mendengarkan dengan seksama, dan berusaha mencari solusi terbaik.

Para orangtua yang budiman, kami tak bermaksud merepotkan Anda. Hanya satu permintaan kami. Tolong bekerjasamalah dengan kami.

Terima kasih atas perhatian Anda.

Hormat kami,

Para wali kelas dan guru yang turut kalang kabut gara-gara corona

Catatan:

Tulisan ini bukan bentuk protes saya secara pribadi kepada orang tua murid di sekolah tempat saya mengajar, melainkan sebuah ungkapan yang mewakili jeritan hati para rekan guru yang tengah berjuang dengan pergumulan yang sama di hampir seluruh Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here