Pacar: “Jika kamu mencintaiku, buktikanlah! Mari kita ‘melakukannya’.”

Banyak yang akan merasa “bersalah” jika menolak permintaan semacam ini. Umumnya sih rasa bersalah itu timbul karena takut diangap bahwa dirinya kurang atau malah tidak mencintai pacar, atau sedang menjalani relasi tanpa cinta.

Padahal, sebenarnya kamu justru sedang membuktikan cinta yang sejati ketika kamu menolak permintaan ini. Yang namanya cinta sejati itu akan menjaga diri dan pasangan dengan hati-hati, termasuk menjaga kesucian. Tujuannya? Supaya dapat memberikan diri sebagai hadiah yang utuh pada suami berdasarkan komitmen pernikahan kelak.

Jawablah: “Kalau memang kamu cinta aku, hormati kesucianku, dan sabarlah menunggu hingga pernikahan. Itulah cinta sejati menurutku.”

Pacar: “Ayolah, hari gini ML dengan pacar itu sudah biasa!”

Merasa dituduh ‘jadul’ dengan kalimat permintaan semacam itu? Sekali lagi, yang diserang adalah citra diri dan gaya hidupmu.

Jawablah: “Apakah kamu akan tetap merasa biasa jika setelah ML kamu mengalami penyakit menular seksual? Apakah hidupmu akan tetap biasa jika punya anak sebelum menikah? Akankah semuanya tetap biasa jika hatimu terluka? Dan, yang paling penting, apakah Tuhan dan orangtuamu juga akan maklum dan menganggap itu semua sebagai ‘sudah biasa’? Kalau benar sudah biasa, mengapa banyak yang remaja yang jadi stres karena putus dengan pacar setelah ML dengannya? Konsekuensi seks pranikah tak akan pernah membuat kita menjadi seperti biasa lagiSo, aku tidak mau!”

Pacar: “Semua orang juga melakukannya, mengapa kita tidak?”

HA HA, memangnya kamu anak kecil yang dapat dibohongi begitu saja? Lihatlah sekelilingmu, lihatlah ke dunia yang lebih luas lagi, benarkah semua orang yang berpacaran melakukan hubungan intim sebelum menikah? Ini adalah nonsense, omong kosong yang paling mudah dijawab.

Jawablah: “Waduh, jangan gitu dong, nanti banyak orang marah kalau semua dianggap melakukan seks pranikah selama pacaran. Aku yakin tidak semua orang melakukannya. Apa perlu kupanggilkan orang-orang yang tidak ML selama pacaran? Masih banyak lho, masih hidup lagi.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here