Terkadang, hadiah dan kekuatan terbesar yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan waktu untuk keluar dari kesibukan mereka. Duduk dan menangis bersama mereka akan menjadi penghiburan yang melegakan. Kita perlu menutup mulut dengan tidak mencoba untuk memberikan penjelasan, pengajaran, atau nasihat atas apa yang telah terjadi. Sebaliknya, kita perlu membuka hati dan membuka telinga serta memberikan waktu yang terpusat kepadanya.

Ketiga hal di atas membantu saya untuk bisa berduka dengan lebih elegan atau beretiket. Tentu saja saya tetap harus mempertimbangkan berbagai faktor dan peka terhadap situasi saat itu. Saya tetap perlu mengindahkan hati dan mencoba untuk mengerti apa yang diperlukan oleh keluarga yang berduka.

Bila Anda bertanya bahwa setelah mengetahui semua ini, apakah saya sudah lebih bijak dalam berkabung, maka dengan tegas, saya katakan: “Belum.”

Hanya ketika saya belajar untuk melakukannya, peka terhadap reaksi yang diberikan, dan tetap menghargai perkabungan yang berlangsung, barulah kehadiran saya bisa memberikan makna kepada keluarga yang berduka.

Paling tidak, itulah beberapa harapan bilamana saya berada dalam posisi mereka. Mari kita terus belajar untuk menjadi sahabat dan saudara dari mereka yang berduka (berkabung) dengan lebih baik!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here