2. Ketidakpahaman Orangtua terhadap Anak

Saat orangtua dari kedua anak yang berpacaran itu dipanggil guru, dengan setengah tidak percaya mereka mengatakan, “Kok bisa ya … padahal di rumah dia tidak cerita apa-apa. Dia termasuk anak yang pendiam dan baik kelakuannya.”

Nah, kesalahan terbesar orangtua adalah ketidakpahamannya terhadap anak. Mulai dari tidak paham sifatnya, talenta yang dimilikinya, hingga kelemahan si anak, dan lain sebagainya. Sebagai orangtua, kita tidak bisa mengabaikan masa tertentu dan menggantikannya dengan sekarang atau yang akan datang.

Misal, ketika orangtua kurang bisa menemani di saat anaknya masih kecil, lantas ketika anaknya menginjak remaja atau dewasa, orangtua baru punya waktu mendidik dan menemaninya. Tentu akan jauh lebih sulit mengubah karakter dan kelakuan anak yang sudah terlanjur terbentuk sejak kecil.

Saat kita mengecat sesuatu, akan lebih mudah jika warna yang kita cat sama dengan warna sebelumnya, bukan? Demikian juga dengan mendidik anak, ketika warna dasar anak berbeda dengan warna yang akan kita tambahkan, maka akan jauh lebih sulit. Orangtualah yang seharusnya menentukan warna didikan sedari kecil, sehingga ketika hendak menambahi warna saat dewasa akan jadi lebih mudah dilakukan.

Zaman akan makin berubah, teknologi dan gaya hidup akan terus berevolusi. Namun, peran orangtua tetaplah sama, yaitu hadir dan memberikan tuntunan bagi anak dalam warna didikan yang seturut kehendak-Nya.

“Kamu sendiri gimana Ta..? Pernah pacaran atau tidak?” selidik saya setengah tersenyum.

“Gak lah … tapi kalau ditembak cowok sudah dua kali, tapi aku tolak semua, ha … ha … ha …” ceplosnya sambil tertawa.

Baca Juga:

Sederhana, tapi Bisa Mengubah Hidup Anak-Anak Kita. Orang Tua, Pastikan Anak-Anak Kita Pernah Mendengarnya

Belajar Menjadi Mentor bagi Anak-Anak. Apa yang Kami Pelajari dari Kesalahan yang Pernah Terjadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here