Namun setiap tindakan tentu ada resikonya. Entah mengapa, Sally tidak pernah tertarik membangun relasi dengan lawan jenisnya. Ia tidak pernah pacaran apa lagi berniat melakukannya. Rekan-rekannya sudah berulang kali menjodohkannya dengan beberapa pria, namun selalu gagal. Setelah diusut lebih jauh, ternyata Sally memiliki traumatis soal membangun rumah tangga. Nampaknya apa yang ayahnya tabur dalam pernikahan dengan ibunya mengganggu pandangan Sally soal apa itu keluarga dan seperti apa itu membangun bahtera rumah tangga.

Kisah Ketiga: Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Rudy sejak kecil terbiasa menyaksikan ayahnya memukuli sang ibu ketika sedang marah. Ibunya sering memar di beberapa bagian tubuh akibat ulah ayahnya itu. Setiap persoalan tidak pernah dibicarakan baik-baik. Setiap pertengkaran dimenangkan oleh ayahnya karena ibunya tak punya kekuatan untuk melawan kekerasan yang dilakukan ayahnya.

Pada waktu SMA, Rudy telah hidup bersama ayahnya saja. Ibunya telah melarikan diri pulang kembali ke kampung halaman. Mereka berpisah rumah. Ibunya tidak pernah ingin kembali ke rumah meskipun sang ayah telah membujuknya berulang kali. Bagi ibunya, ayah Rudy orang yang kumatan. Hari ini tobat besoknya kembali kumat ketika sedang marah. Ayah Rudy memiliki permasalahan soal pengendalian emosinya.

Setelah 5 tahun Rudy menikah, tiba-tiba rekan-rekannya terkejut karena Rudy dan isterinya dikabarkan telah menggelar perceraian. Selama ini keluarga Rudy nampaknya baik-baik saja, entah ada masalah apa sehingga mereka bercerai. Usut punya usut, ternyata perceraian mereka diakibatkan oleh Rudy. Isterinya tidak tahan dengan perlakuan Rudy yang sering kasar bahkan tak jarang berani memukulinya. Sungguh ironis.

Tiga Pelajaran Berharga

Saya yakin Anda mengerti apa yang ingin saya katakan. Saya bisa menampilkan puluhan kasus dengan pola yang sama. Namun tiga kasus itu rasanya cukup untuk membuktikan bahwa banyak permasalahan rumah tangga diakibatkan oleh dosa warisan orang tua. Sadarlah bahwa kasus-kasus itu bukanlah sebuah kebetulan. Jika Anda masih mengira bahwa apa yang Anda tabur tidak akan berbuah di kemudian hari, anda salah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here