3. Menjadi ibu yang mengajarkan soal kehidupan kepada anak-anak

Bisa memiliki anak adalah anugerah istimewa dari Sang Pencipta.

Anak-anak adalah titipan Ilahi. Bukan investasi untuk masa depan orang tua.

Setiap anak yang Tuhan hadirkan dalam kehidupan harus diterima sebagaimana dia ada. Ingatlah, Tuhan, yang memberikan mereka pun, menerima kita apa adanya.

Membanding-bandingkan satu anak dengan anak lain tidak perlu dilakukan. Setiap anak terlahir dengan keunikan masing-masing, berbeda satu sama lain.

Anak sendiri maupun anak orang lain adalah pribadi-pribadi yang sedang belajar tentang kehidupan. Mereka, pertama dan utama, belajar dari kita, orang tua. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha menjadi teladan bagi setiap anak.

Berbekal pengalaman hidup, saya mengajar anak-anak saya untuk tidak menjadi anak yang manja. Saya mendidik mereka untuk berusaha dan berjuang untuk mendapatkan sesuatu. Tidak selalu dengan serta merta mendapatkan apa yang menjadi keinginan mereka.

Begitu pula ketika saya berinteraksi dengan anak-anak lain di komunitas di mana saya terlibat. Saya selalu berusaha mengajarkan prinsip-prinsip kebenaran agar hidup yang mereka jalani menjadi hidup yang bermanfaat dan berdampak.

Karena hidup ini, apakah akan digunakan dengan maksimal atau tidak, hanya akan berlangsung sepanjang jatah yang telah ditetapkanNya.

Ada baiknya,

selagi kesempatan masih tersedia, yang terbaik lakukanlah.

Baca Juga: Pulang. Sebuah Perjalanan Terakhir yang Tak Terelakkan

Saya sungguh berharap dengan bertambahnya usia, bertambah dekat pula saya ke tujuan hidup yang telah ditetapkanNya.

Semoga saya diberi hikmat untuk terus menemukan dan mencapai tujuan-tujuan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here