“Setiap anak mulai rewel saya ingin anak saya cepat besar, agar ia bisa mengutarakan keinginannya dan tidak hanya menangis saja,” tuturnya.
“Oh jangan salah …” saya menanggapi ucapannya, “setiap fase anak ada tantangannya masing-masing.”
Sekarang mungkin anak masih bayi dan masih merepotkan karena belum bisa melakukan semua sendiri, tetapi esok-esok ketika ia mulai bisa berbicara dan memiliki keinginan sendiri maka ia mulai membantah setiap perkataan Anda. Nanti-nanti, ia tak akan lagi mau menggandeng tangan Anda ketika berjalan di pusat perbelanjaan, bahkan mungkin ia akan menolak untuk berjalan bersama Anda. Itulah fase-fase yang harus kita hadapi.
Saya berkata pada teman saya (dan pada diri saya sendiri),
“Nikmatilah hari ini. Karena setiap fase yang telah berlalu tak mungkin berulang lagi pada anak yang sama. Jangan terlalu keras juga pada diri sendiri. Bagaimanapun juga kita manusia biasa, sama seperti ibu kita yang juga manusia biasa itu merawat kita. Kita penuh dengan kesalahan yang kita sesali. Namun sungguh, percayalah, kita adalah para mama hebat dengan kekuatan super.”
Kita semua adalah ibu yang hebat, yang telah melahirkan dan mendidik anak-anak yang hebat.
Baca Juga: Karena Waktu Tak Bisa Diputar Kembali, Kau dan Aku, Pakailah untuk yang Paling Berarti
Lagi pula, menjadi ibu bukanlah pekerjaan sehari atau dua hari, yang ketika kita merasa lelah atau jenuh kita bisa memutuskan untuk resign.
Menjadi ibu adalah lifetime job.
Once you become a mom, you will always be a mom.
Sekali menjadi seorang ibu, maka selamanya anak kita akan memanggil kita dengan sebutan ‘Ibu’. Dan selamanya pula, tugas kita sebagai ibu tidak akan pernah berakhir.
That’s how great a mom is!!
So, don’t worry.
You are – we are – a super mother regardless how imperfect we are.






