Pertama, kau harus yakin bahwa perasaanmu berbalas dengan pasanganmu. Ya, kau harus tahu bahwa rasa cinta kalian sama besarnya. Bukan hanya ia yang lebih mengasihimu, ataukah hanya engkau yang lebih rela berkorban baginya. Keseimbangan itu tidak akan memunculkan LUKA dalam hubungan kalian.

Kecintaan kalian pada Sang Pencipta pun harus sama besar, karena takut akan Tuhan adalah awal permulaan dan hikmat.”

Aku mengangguk perlahan. Seakan Kanae mengerti bahwa aku sudah tidak sabar menanti lanjutan jawaban berikutnya. Ia menyeruput kopinya sejenak dan melanjutkan perkataannya.

Baca Juga: Inilah 3 Pemahaman Populer tentang Cinta Sejati yang Ternyata Justru Merusak Relasi

Kedua, coba kau bertanya pada dirimu sendiri. Apakah kau bisa membayangkan hidupmu tanpa dia? Apakah kau yakin bahwa ia akan menjadi ayah (atau ibu) dari anak-anakmu kelak? Bila jawabannya ‘iya’, berarti kalian siap untuk membangun cinta dalam tahap pernikahan.

Ah ya, tanyakan pula pada dirimu sendiri, apakah kau memiliki rasa takut dan keraguan pada pasanganmu? Bila tidak ada perasaan tersebut, selamat! Kau dan dia memang bisa bersama sebagai partner dalam pernikahan.”

Sepertinya anggukan menjadi satu-satunya tanggapanku saat ini. Aku terkagum dengan jawaban jitu darinya.

Ketiga, jangan pernah melakukan hubungan seks di luar pernikahan. Berpantanglah seks, karena seks dimaksudkan untuk menggenapi keindahan pernikahan yang eksklusif dan luar biasa.

Kau tahu? Kenyataan bahwa Nick tidak memiliki tangan dan kaki sangat membantu! Kami bisa lolos ujian tersebut, sehingga malam pengantin kami luar biasa indah. Sangatlah layak menantikan seks pasca pernikahan dengan orang yang tepat!”

Baca Juga: Ketika Pacar Mengajak Berhubungan Seks dan Kamu Ragu: Apakah Itu Cinta atau Sekadar Nafsu?

Kanae dan Nick – Photo credit: Facebook Kanae Miyahara

“Kanae, kurasa bukan hanya aku yang harus mendengarkan nasihatmu. Semua orang pun harus mengetahui rahasia kecilmu ini. Bolehkah aku membagikannya?” tanyaku.

Kanae tersenyum kecil.

“Membagikan rahasiaku? Astaga, tentu saja boleh, Jessica! Semoga banyak orang mengalami pengalaman cinta tanpa batas yang membuat dunia menjadi indah!” ucapnya.

“Oke, Nyonya Nick Vujicic. Aku akan menuliskannya segera ketiga hal ini. Terima kasih untuk waktu yang kau luangkan. Sampai bertemu lagi,” balasku sambil merangkul Kanae.

Tidak diragukan lagi, ia cantik luar-dalam.

Kanae membalas pelukanku dengan hangat. Ia mengantarku keluar dari rumahnya, melambaikan tangan sambil berbisik, “Tuhan memberkatimu!”

Keluarga Vujicic – Photo credit: Instagram @kanaevujicic

*Percakapan imaginer penulis dengan Kanae Vujicic, penulis buku Love Without Limits – yang ditulis berdua dengan Nick Vujicic, suaminya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here