1. Kebahagiaan keluarga tidak diukur dari besar kecilnya rumah

Ketika baru menikah tentunya kita cukup puas dengan rumah yang tidak terlalu besar. Selain alasan masih berdua, juga karena gampang dalam mengatur maupun merawatnya.

Akan tetapi, setelah mempunyai beberapa anak, maka muncul keinginan memiliki rumah yang lebih besar, setidaknya, dari satu lantai menjadi dua lantai.

Dengan alasan itu, sebagian orang beranggapan bahwa kebahagiaan bisa diukur dari ukuran rumah. Makin besar rumah, makin bahagia keluarga itu.

Tidak salah pendapat tersebut. Namun, jika itu menjadi keyakinan, berarti kebahagiaan hanya diukur secara materi semata. Bukankah segala sesuatu yang diukur secara materi tidak ada puasnya?

Kebahagiaan dapat diraih melalui bagaimana cara kita memandangnya. Ada keluarga yang hidupnya sederhana tetapi bisa bahagia. Sebaliknya, ada keluarga kaya raya namun ‘menderita’.

Kebahagiaan seperti cermin, akan terlihat saat kita berdiri di depannya.

Sadari siapa diri kita dengan segala kondisi dan keadaan yang ada.

Dan jika kita mampu menerima semua sebagaimana adanya, maka itulah yang membuat kita berbahagia.

Baca Juga: Walaupun Banyak Dipilih Orang, 3 Langkah Ini Ternyata Salah! Bukannya Bahagia, Sengsara Seumur Hidup jika Anda juga Melakukannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here