Tetap Berusaha Berpikir Positif

Meskipun secara sosiologis mereka tidak berperilaku seperti kakak-adik kandung pada umumnya, masing-masing mungkin juga akan kecewa ketika mereka tidak lagi mendapati hubungan laiknya saudara kandung.

Waktu dan kesibukan bisa membuat perhatian seorang kakak seolah berubah terhadap adiknya, tetapi bukankah itu artinya dia masih terus berusaha memperhatikan adiknya dengan memberikan hadiah atau oleh-oleh?

Manusia kadang-kadang cenderung terlalu melebihkan perasaannya sendiri sehingga lupa akan akal sehat.

Kita lebih sering terbuai dengan bujuk rayu-perasaaan kita sendiri sehingga lebih banyak bersikap baper (bawa perasaan) ketimbang sejenak merefleksi apa yang salah dengan perasaan kita.

Baca Juga: Hubungan dengan Saudara Kandung Rawan Pecah setelah Masing-masing Menikah. Pahami 3 Hal Ini untuk Mencegahnya

Jika kita menyadari bahwa setiap orang tidaklah sempurna dan berpotensi mengecewakan, termasuk mengecewakan kita, maka kita akan mencoba untuk melatih pikiran kita agar bisa memikirkan hal-hal yang baik tentang sesama kita, termasuk keluarga kita, sekalipun kenyataannya mengecewakan.

Apa pun sikap kakak kandung kita terhadap diri kita, kita harus menyadari bahwa ia Tuhan tempatkan untuk menjadi bagian dari hidup kita.

Apakah mereka mengecewakan atau tidak, tetap saja mereka adalah bagian dari kehidupan kita.

Kita saling membutuhkan satu sama lain, dan harus saling memperhatikan satu dengan yang lainnya.

Dan semua itu harus mulai dari kita dulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here