Saya hanya memahami apa yang tampak di luar saja yaitu dua orang ibu muda yang begitu diperlakukan istimewa oleh pimpinan, yang tidak hanya menimbulkan cemburu rekan kerja yang lain, tetapi juga di antara dua ibu muda itu sendiri tersebut. Mereka jadi saling iri dan merasa curiga siapa yang lebih diperhatikan.

Luka dari Masa Lalu

Ada hal lain yang luput dari pikiran saya pada saat itu yaitu  kedua ibu muda tersebut sangat merindukan kasih sayang seorang ayah.  Dua ibu tersebut sangat bahagia ketika diperhatikan oleh pimpinan mereka. Tetapi ternyata tidak hanya berhenti dengan merasa bahagia diperhatikan dan diistimewakan, mereka juga sangat bahagia karena merasa dikasihi sebagai seorang anak.

Dua ibu muda tersebut kehilangan kasih seorang ayah, yang satu telah ditinggalkan karena kembali ke Sang Pencipta dan ibu muda yang satunya tidak pernah dikasihi sebagai anak oleh ayahnya. Iya, ini alasan mengapa mereka begitu sangat bahagia ketika diperhatikan oleh pimpinan yang tidak hanya memperkejakan mereka tetapi juga sangat mengasihi sebagai anak.

Kita memiliki kisah masing-masing dengan orangtua, khususnya ayah atau papa kita. Ada yang memiliki kisah yang mengharukan karena perjuangan sang ayah terhadap anaknya, ada yang memilukan karena perlakuan seorang ayah terhadap anaknya. Apapun kisahnya, kita membutuhkan kasih sayang orangtua kita.

Berapa banyak anak yang mengalami kekacauan hidup hanya karena krisis kasih sayang orangtua di luar sana. Begitu banyak anak yang bertumbuh tanpa kasih sayang orangtua dan membuat mereka harus kuat, pulih dan berjuang kembali mengasihi kedua orangtua mereka.

Dari kisah dua orang ibu muda di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa terkadang kita sering menilai dari apa yang terjadi saja tanpa melihat kilas balik bagaimana kehidupan mereka yang merindukan kasih sayang orangtua, khususnya ayah.

Ketika mereka mendapatkannya, salahkah jika mereka begitu sangat merasa bahagia? Kita sebagai manusia hanya bisa mengeluhkan hal yang tidak baik dari orang lain bahkan sulit menerima keburukan mereka sebagai kelemahan yang perlu kita sadari dan pahami.

Baca Juga:

Saat Kehidupan Mengajar Saya Bahwa Uang Bukan Segalanya. Pahit, Namun Ini Pengalaman yang Sangat Berharga

Tak Pernah Kehidupan Mengambil dari Kita, Selain untuk Mengganti dengan yang Lebih Baik. Lebih Baik di Mata Sang Empunya Kehidupan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here