2. Mengenali Kebutuhan Diri Sendiri
Ini yang tidak mudah. Terkadang kita butuh bantuan orang lain untuk menyadari apa yang sebenarnya kita butuhkan. Bukan sekadar sandang, pangan, atau papan, jiwa kita pun butuh kasih sayang, penerimaan, pengakuan, dan pengampunan.
Pastikan bahwa kita mencari pemenuhan kebutuhan jiwa pada tempat yang tepat. Tuhan yang menciptakan jiwa pasti sudah menyediakan yang kita butuhkan dengan cuma-cuma, bukan karena harganya murah, melainkan karena terlalu mahal untuk dibeli dengan uang.
3. Mencukupkan Diri dengan Kasih dan Penerimaan dari Orang-Orang Terdekat
Selain bersyukur, kita juga perlu belajar mencukupkan diri dengan kehadiran keluarga dan sahabat. Tak perlu iri dengan orang lain. Yang kelihatan bergandengan mesra, belum tentu romantis juga di rumah. Yang kelihatannya sering liburan bareng sekeluarga ke luar negeri, belum tentu akur dan kompak di rumah.
Apa artinya bagi seseorang jika ia sanggup membeli segala sesuatu, tetapi kehilangan relasi dengan orang-orang terdekat? Share on XBaca Juga:
Heboh Prostitusi Artis: Mengapa Pria Mau Membayar Sangat Mahal?
Jika Inner Beauty Saja Cukup, Mengapa Banyak Perempuan Melakukan Plastic Surgery?






