Sejak awal pernikahan keduanya saya sangat menyukai pasangan ini. Apalagi semenjak buah hati mereka si cantik Gempita lahir. Usia Gempita dan putri saya yang pertama tidak terpaut jauh sehingga saya senang mengikuti informasi dan perkembangannya.

Belum lama ini juga saya masih menstalking IG keduanya, dari liburan mereka yang romantis di Eropa hingga merayakan ulang tahun Gisel bersama. Sama sekali tidak ada tanda-tanda ketidak harmonisan dalam hubungan mereka. Siapa yang menyangka justru hari ini beredar kabar entah benar entah tidak keduanya memutuskan untuk bercerai.

Pernikahan pasangan ini adalah sebuah gambaran nyata betapa rapuhnya pernikahan zaman now. Tidak hanya pernikahan para artis atau selebriti, namun juga pasangan pada umumnya.

Tak terhitung sudah berapa kenalan saya yang juga memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya yang masih seumur jagung.

Mengapa pernikahan zaman now hanya seumur jagung? Inilah 5 penyebab yang saya amati:

 

1. Perselingkuhan: kurangnya komitmen dalam pernikahan

Sepasang kekasih memutuskan untuk menikah pada awalnya karena cinta, atau paling tidak karena kebutuhan untuk saling mencintai dan dicintai. Namun seiring berjalan waktu, cinta itu bisa saja menjadi layu dan akhirnya pudar. Apalagi jika salah satu atau keduanya mulai membandingkan pasangannya dengan orang lain. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, tak jarang akhirnya perselingkuhan terjadi. Awalnya karena jenuh, lama-lama menajdi cinta. Akhirnya pernikahan yang sudah dibangun hancur begitu saja.

Itulah mengapa dibutuhkan komitmen yang kuat dalam sebuah pernikahan. Tidak sekedar menjaga cinta itu tetap ada, namun juga untuk tetap setia kepada pasangan apapun kondisi mereka, entah baik atau buruknya.

Pernikahan tanpa komitmen akan menjadi rapuh dan mudah dipatahkan. Click To Tweet

 

2. Tidak ada lagi kecocokan: masalah dalam berkomunikasi

Ketika sepasang kekasih baru mulai berpacaran, berapa lamapun mereka berjumpa, berapa lamapun mereka saling menelpon pasti tidak ada rasa bosan. Bahkan terasa kurang.

Namun beda lagi ketika pasangan telah menikah dan kebersamaan mereka menjadi hal yang biasa. Tidak ada lagi komunikasi berjam-jam itu, bahkan kalau bisa bicara cukup seperlunya. Keduanya akhirnya sibuk dengan kesibukan masing-masing. Lupa bahwa waktu untuk berkomunikasi itu begitu berharga. Lupa bahwa komunikasi itu diperlukan untuk membangun intimasi sepasang suami istri.

Baca Juga: Gisel Gugat Cerai Gading: Dua Hal yang Semestinya Kita Lakukan

Keduanya baru menyadari biasanya setelah terlambat, dan hubungan keduanya mulai renggang. Berkomunikasi juga rasanya tidak nyambung lagi dengan pasangan, lebih asyik mengobrol dengan rekan kerja atau teman nongkrong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here