Satu: So What?

Sebenarnya saya sudah berpikir untuk memilah-milih tumpukan baju yang sudah lama tidak saya kenakan. Pikiran saya, “Ya … susah banget, lah, mau balik ke ukuran sebelum menikah.”

FYI, bobot badan saya sekarang hampir 20 kilo lebih berat dibanding sebelum menikah dulu. Bisa dibayangkan, kan? Jangan! Saya pun sudah tak mau membayangkannya 🙂

Namun, sebenarnya kadang-kadang perlu juga menilik masa lalu, dan membayangkan diri terbalut cantik oleh gaun favorit yang kini sudah jadi penghuni sudut lemari baju. Boleh saja kita berandai-andai betapa cantik dan modisnya kita ketika mengenakan celana jins skinny yang dulu sering membalut kaki kita sebelum akhirnya perut pun membengkak karena pernah dihuni oleh Si Kecil.

Akan tetapi, semua mimpi itu tidak akan membawa kita ke mana-mana. Hanya mendorong menjelajah hati yang penuh dengan ekspektasi.

Jins yang kini muat saya pakai kembali itu pun tak akan mampu memenuhi harapan di masa lalu, namun saya membawanya berjalan maju untuk menciptakan masa depan.

Saya tak bisa lagi muat di ruang masa lalu saya, tetapi di hadapan masih ada cakrawala luas yang bisa saya jelajahi.

Baca Juga: Tidak Selalu Kita Punya Jawaban untuk Setiap Pertanyaan. Hidup adalah Misteri untuk Dijalani, Bukan Sekadar Masalah untuk Dipecahkan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here