5) Komentarmu memperlihatkan siapa dirimu

Sungguh miris melihat pendapat pada kolom-kolom komentar. Hampir semua berisi hujatan. Hampir tidak ada ungkapan apresiasi atas itikad baiknya untuk meminta maaf.

Komentar kita menunjukkan siapa diri kita yang sesungguhnya, pembawa berkat atau pecundang.

Tidak heran orang jahat menjadi semakin jahat, karena takut dihujat netizen.

“Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?”

Baca Juga: “Pak Jokowi Harus Jujur Pakai Stuntman!” Saat Seluruh Dunia Memuji, Ada Saja Netizen yang Sibuk Mencaci. Kenapa, Sih?

 

Pelajaran tidak hanya bisa didapat dari kesuksesan orang tetapi juga dari kegagalannya, supaya kita tidak terpeleset di tempat yang sama.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here