5) Komentarmu memperlihatkan siapa dirimu
Sungguh miris melihat pendapat pada kolom-kolom komentar. Hampir semua berisi hujatan. Hampir tidak ada ungkapan apresiasi atas itikad baiknya untuk meminta maaf.
Komentar kita menunjukkan siapa diri kita yang sesungguhnya, pembawa berkat atau pecundang.
Tidak heran orang jahat menjadi semakin jahat, karena takut dihujat netizen.
“Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?”
Pelajaran tidak hanya bisa didapat dari kesuksesan orang tetapi juga dari kegagalannya, supaya kita tidak terpeleset di tempat yang sama.






