Tut wuri handayani: artinya yang berada di belakangnya (pemimpin atau pendidik) harus memberi arahan, dorongan, yang benar kepada peserta didiknya

Anak kami yang sulung, walaupun laki-laki, seringkali menunjukkan ketidakpercayaan dirinya. Mungkin karena pada masa kecilnya kami cukup protektif , sehingga terkesan dia tidak bisa mandiri. Suatu kali sekitar pukul 7 malam dan suasana sudah agak gelap, dia minta dijemput karena kurang nyaman pulang les naik sepeda sendirian.

Dengan mengendarai sepeda motor, saya menjemputnya walaupun jaraknya tidak terlalu jauh. Bersama-sama kami pulang menuju rumah. Saya minta dia berada di depan dengan mengendarai sepedanya lebih dulu. Saya mengikuti pelan-pelan di belakang, sambil tetap memerhatikan dan memastikan dia sampai di rumah dengan selamat.

Peran dan tanggung jawab orang tua bukan hanya dengan berdiri di depan anak dan meminta mereka mengikuti jalan yang sudah disipkan orang tua. Namun, posisi orang tua tidak seharusnya selalu berada di samping mereka secara terus menerus, karena pada suatu titik hal tersebut justru tidak baik bagi perkembangan anak-anak.

Ada waktunya kita harus memiliki keyakinan terhadap mereka. Melepaskan mereka berjalan sendiri di depan, tanpa kita berada di sisi mereka. Tentu bukan berarti kita membiarkan mereka begitu saja.

Salah satu ukuran keberhasilan orang tua adalah ketika anak-anak mereka menjadi pribadi yang matang, mandiri, dan bertanggung jawab. Hal itu perlu kita persiapkan sedari awal dengan menjadikan diri kita sebagai contoh nyata.

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here