1.
Hubungan seksual dalam relasi suami-istri adalah sebuah keintiman yang indah. Di dalamnya terpadu rasa percaya, komitmen, dan cinta.
Bicara tentang cinta, sudahkah Anda mengenali bahasa kasih istri?
Salah satu dari lima bahasa kasih adalah ‘sentuhan’. Bukan, bukan sentuhan yang mengarah ke aktivitas seksual, tetapi sentuhan yang membuat istri merasa disayangi.
Dipeluk dari belakang ketika ia sedang memasak, dicium pipinya sebelum berangkat kerja, dirangkul pundaknya ketika duduk bersebelahan, dielus lengannya meski hanya memakai daster di rumah, digandeng ketika jalan berdua, dipeluk ketika ia merasa lelah. Itu sedikit contohnya. Intinya, pelukan, sentuhan, dan ciuman tanpa hasrat seksual. Dilakukan murni karena Anda menyayangi istri.
Ketika istri merasa disayangi sebagaimana ia ingin disayangi, maka ia akan dengan penuh sukacita melayani suami.
Jangan sampai istri memiliki pemikiran bahwa Anda menyentuhnya hanya ketika Anda sedang berhasrat seksual saja.
Baca Juga: Dear Pak Suami, ketika Istri Stres, Bantu Dia Memperbaiki Suasana Hati dengan Melakukan 5 Hal Ini
2.
Komunikasi adalah satu hal terpenting yang harus ada di dalam sebuah relasi. Pun demikian dalam urusan ranjang.
Setelah sesi hubungan intim selesai, coba tanyakan, “Apakah kamu enjoy?“, “Apakah kamu puas?”
Sebelum berhubungan intim, atau ketika sedang ngobrol berdua, coba diskusikan hal-hal apa yang bisa Anda lakukan sebagai suami yang membuat istri turn on. Apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat istri rileks dan benar-benar menikmati sesi bercinta kalian berdua.
3.
Kenali perbedaan biologis antara pria dan wanita, terutama dalam hal hasrat seksual.
Hasrat seksual pria itu bisa muncul kapan pun. Jika diibaratkan, mungkin seperti orang kebelet buang air besar (dengan kategori diare), sehingga rasanya harus segera disalurkan. Sedangkan bagi wanita, hasrat seksual itu perlu distimulasi, dan tidak bisa sewaktu-waktu.
Sebagian besar perempuan akan lebih berhasrat ketika memasuki masa subur (silakan googling untuk mengetahui lebih lanjut apa dan kapan masa subur pada perempuan). Pada masa ini, lebih mudah bagi suami untuk mengajak istri berhubungan seksual. Namun, di hari-hari selain masa subur, perlu effort lebih bagi suami untuk membuat istrinya as hot as he is. Bagaimana caranya? Bacalah buku atau cari informasi yang sehat mengenai hal itu.
Dengan rasa percaya dan komitmen antara suami dan istri, setiap informasi yang diterima dan diolah bersama akan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual suami-istri ke depan.
Kepuasan seksual memang bukan hal yang paling penting dalam sebuah pernikahan. Meskipun demikian, kepuasan seksual memiliki pengaruh yang penting, bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele.
Jika pernikahan kita ibaratkan sepotong kue, kepuasan seksual adalah topping-nya. Tanpa topping, kue memang sudah manis. Dengan topping, selain terasa manis, kue itu juga tampak lebih indah.






