Know what!
Terus terang saya buta akan permesinan dan sebenarnya tidak (pernah) memiliki keingintahuan akan kelistrikan.
Ketika berita ini saya terima, beberapa teman mulai merujuk pada korsleting sebagai penyebab dari kebakaran. Tetapi ada juga yang mulai berprasangka ada unsur kesengajaaan di balik api ini; tak mungkin api muncul begitu saja dari mobil yang sedang tidak menyala.
Dalam perbincangan, rekan yang saya percaya ini mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan sementara memang terjadi korsleting. Hal ini bisa saja terjadi walaupun kondisi mesin mati. Dan ternyata lagi, terungkap bahwa tidak ditemukan hal yang salah pada mesin mobil. Dari penyelidikan dan data-data yang terkumpul, dugaan yang paling mendekati justru mengarah pada korsleting pada sistem pendingin mobil (AC).
Jadi, terungkap sudah bahwa tidak ada kesengajaan dalam peristiwa ini, juga tidak ada teroris atau aksi demo… #eh
Sering kali, kita, yang tak begitu paham akan sesuatu, ingin sekali ikut nimbrung dan memberi masukan. Ingin terlibat dalam pembicaraan, tidak ingin ketinggalan atau kelihatan “bodoh”. Namun, tanpa sadar kita justru terjebak pada pembicaraan yang tidak akurat dan menjurus menjadi hoaks.
Penting sekali untuk tahu dan paham pokok pembicaraan. Bila tak paham, lebih baik menutup mulut dan membuka telinga, karena dari situlah kita jadi lebih paham. Sekalipun paham, tak ada salahnya mendengar lebih jelas situasi yang ada sehingga dapat memberi masukan dengan tepat.
Baca Juga: 3 Cara yang Dapat Kamu Lakukan untuk Menyelamatkan Indonesia dari Ancaman Hoaks
Benarlah pepatah yang mengatakan,
“Cepatlah mendengar dan lambatlah berkata-kata.”






