Know how!

Pagi tadi memang tak ada ledakan menyertai api yang memakan habis mobil operasional gereja. Tapi hingga siang ini, ada ledakan yang terjadi di gawai saya: ledakan perhatian!

Beberapa rekan menanyakan kabar bahkan meneruskan foto atau video liputan dari TKP. Walaupun saya sekarang berjarak 100 km dari TKP, saya menangkap perhatian dari rekan-rekan yang mengetahui relasi saya dengan gereja yang dimaksud.

Hingga saat ini pun, ada banyak kerabat dan sejawat yang terus berkomunikasi lewat grup di aplikasi komunikasi, berbagi dan bertukar informasi terkini.

Ledakan pesan yang bernada saling menguatkan dan menghibur ini menjadi respons yang sangat indah di hadapan realita rangka mobil yang habis dimakan api.

Tidak ada nada menyalahkan, hanya ada simpati. Tidak ada yang sibuk mencari kambing untuk dihitamkan, hanya ada tangan-tangan yang siap bersatu untuk mencari solusi.

Respons kita di hadapan krisis menjadi sebuah penentu akan perjalanan yang terbentang di hadapan.

Alih-alih hanya menghitung kerugian material, para pengurus yang bertugas justru sibuk memastikan tidak ada yang terluka. Kemudian dengan tenang menyusun kembali rencana untuk kelangsungan operasional gereja yang lebih baik.

Sungguh sebuah pengalaman yang berharga. Selain gereja kami jadi terkenal (#eh), kami jadi mengalami kembali makna sebuah keluarga yang saling menguatkan.

Api boleh saja menghabiskan mobil tersebut, yang jelas kehangatan dan kekeluargaan makin menyala-nyala.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here