Sahabat itu tidak harus selalu bersama,

namun bersedia ada kapan pun dibutuhkan.

Karena kesibukan saat dewasa, biasanya frekuensi bertemu mulai berkurang. Persahabatan tidak harus putus dengan tidak adanya pertemuan. Meskipun tidak bertemu, satu sama lain tahu bahwa sahabatnya selalu ada kapan pun diperlukan. Selalu siap dicurhati, menyediakan diri, menjadi a shoulder to cry on.

Ending cerita dari film ini menunjukkan bagaimana sahabat-sahabat Simba “hadir” untuknya hingga akhir.              

“Persahabatan bagai kepompong,

hal yang tak mudah berubah jadi indah.”

Memang tak mudah mempertahankan persahabatan. Namun, bukankah tiada hal indah bisa diraih tanpa upaya.  

Artikel ini saya tulis sambil mengingat wajah para sahabat saya. Bersyukur memiliki sahabat yang baik, dan bertekad untuk menjadi sahabat yang baik pula. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here