Sahabat itu memberi, bukan mengambil.

Sahabat yang baik adalah yang tidak menuntut sahabatnya untuk mengikuti keinginannya atau membiarkan berbuat sesukanya.

Sahabat yang baik memberi waktu, pikiran, telinga, dan hati bagi sahabatnya.

Dalam The Lion King, Mufasa, Sang Raja bahkan memberikan hidupnya demi menyelamatkan Simba, anaknya yang juga menyebutnya ‘Sahabat’.

Mufasa dan Simba (The Lion King, 2019) – Photo credit: Entertainment Tonight

Sahabat saling melindungi dan mendukung.

Bukan berarti menoleransi kejahatan atau kesalahan, tetapi bila sahabat kita lemah tidak berdaya, kita ada untuk mereka. Seperti Pumba dan Timon yang menemani Simba, calon pewaris takhta yang sedang terpuruk.

Sahabat yang baik tidak menuntut pengakuan.

Sahabat yang baik akan tetap menjaga sikap walaupun tidak mendapatkan pengakuan.

Simba awalnya hanya menganggap Pumba dan Timon sebagai teman biasa, bukan sahabat. Walaupun sedih, dan mungkin agak tersinggung, Pumba dan Timon tetap bersikap sebagaimana seharusnya seorang sahabat bersikap. Bahkan, mereka menerima orang lain (Nala) untuk masuk dalam lingkaran persahabatan mereka.

Tidak adanya pengakuan tidak membuat Pumba dan Timon memutuskan persahabatan. Malahan, mereka terus mendukung Simba melanjutkan perjuangan.

Simba, Timon, dan Pumbaa (The Lion King, 2019) – Photo credit: Entertainment Tonight

Sahabat sejati rela menjatuhkan gengsi.

Sahabat sejati tidak malu mengakui kesalahan, artinya ia rela melepaskan gengsi demi kasih sayang persahabatan.

Simba belajar dari teman-temannya untuk berani mengakui kesalahan yang dilakukan dan kembali bangkit untuk melakukan hal yang benar.

Tidak mudah untuk berkata maaf, namun

kata maaf yang tulus bisa menyembuhkan luka dan menebalkan persahabatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here